Bariatrik, Cara Efektif untuk Menurunkan Berat Badan dan Mengontrol Diabetes
Selain membantu menurunkan berat badan secara drastis, operasi ini juga mampu meningkatkan pengendalian gula darah.
Mengontrol pola makan dan gaya hidup memang sangat diperlukan untuk pasien diabetes. Selain itu, salah satu prosedur medis yang bisa dilakukan adalah bedah bariatrik. Menurut dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FinaCS, Dokter Spesialis Bedah - Subspesialis Bedah Digestif di RS EMC Alam Sutera, bedah bariatrik adalah prosedur medis yang dirancang untuk menurunkan berat badan dan terbukti ampuh dalam mengelola diabetes tipe 2. Hal ini terutama pada pasien dengan kelebihan berat badan atau obesitas.
Selain membantu menurunkan berat badan secara drastis, operasi ini juga mampu meningkatkan pengendalian gula darah. Dalam sejumlah kasus, dapat memicu kondisi remisi pada diabetes. Saatnya bahas prosedur ini lebih jauh, yuk!
Mekanisme Kerja Operasi Bariatrik dalam Mengobati Diabetes
Ada beberapa mekanisme kerja metode yang satu ini dalam penanganan pasien penderita diabetes, meliputi:
1. Penurunan Berat Badan Signifikan: Lewat metode mengurangi ukuran lambung atau mengubah saluran pencernaan, asupan makanan pun berkurang yang kemudian mengarah pada penurunan berat badan. Kondisi ini meningkatkan sensitivitas insulin dan kontrol glikemik.
2. Perubahan Hormonal: Prosedur bariatrik ini mempengaruhi hormon usus yang mengatur rasa lapar, kenyang, dan metabolisme glukosa seperti peningkatan sekresi hormon incretin yang meningkatkan sekresi insulin.
3. Perubahan Mikrobiota Usus: Penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa operasi ini dapat mengubah komposisi mikrobiota usus yang berkontribusi pada perbaikan metabolisme glukosa.
Efektivitas Operasi Bariatrik
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Current Diabetes Reports, dijelaskan bahwa operasi bariatrik bisa menyebabkan remisi diabetes pada 33-90% individu satu tahun setelah operasi, dibandingkan dengan 0-39& mereka yang menerima terapi medis konvensional. Meskipun tingkat remisi ini menurun seiring berjalannya waktu, tapi tetap lebih tinggi pada individu yang menjalani operasi dibandingkan dengan yang tidak.
Tak hanya itu saja, studi lain yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa 5 tahun setelah operasi, pasien yang menjalani bariatrik menunjukkan penurunan rata-rata kadar HbA1c sebesar 2,1%, dibandingkan dengan 0,3% pada mereka yang menerima terapi medis intensif tanpa operasi.
Pertimbangan dan Risiko
Operasi bariatrik memang menawarkan berbagai manfaat signifikan, namun prosedur ini juga memiliki risiko tersendiri, termasuk komplikasi bedah dan kebutuhan perubahan gaya hidup jangka panjang. Jadi, penting melakukan evaluasi secara menyeluruh oleh tim medis dan komitmen pasien untuk mengikuti rekomendasi pasca-operasi agar mencapai hasil yang optimal.
Sebagai informasi, operasi bariatrik ini sudah mulai dikenal sebagai salah satu solusi penderita diabetes tipe 2 yang mengalami obesitas. Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, setelah menjalani operasi bariatrik, pasien harus memiliki komitmen dalam mengubah gaya hidup disertai kesadaran dan kedisiplinan serta menjalani sesi konsultasi dengan ahli gizi.
Secara umum, operasi bariatrik adalah intervensi efektif dalam upaya pengobatan diabetes tipe 2 pada individu dengan obesitas, dengan berbagai mekanisme yang berkontribusi pada perbaikan kontrol glikemik dan potensi remisi diabetes.
Bagi yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan operasi bariatrik, pastikan konsultasi dengan dokter spesialis bedah berpengalaman seperti dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FinaCS, Dokter Spesialis Bedah - Subspesialis Bedah Digestif di RS EMC Alam Sutera untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisimu.