Angka Obesitas Meningkat, Halodoc Tawarkan Pendampingan Medis
Layanan tersebut menawarkan pendekatan penurunan berat badan berbasis medis yang dipersonalisasi.
Halodoc menghadirkan layanan manajemen berat badan berbasis digital melalui Halofit by Halodoc untuk menjawab meningkatnya persoalan obesitas di Indonesia.
Layanan tersebut menawarkan pendekatan penurunan berat badan berbasis medis yang dipersonalisasi, mulai dari konsultasi dokter, meal plan dari ahli gizi, hingga terapi medis yang disesuaikan dengan kondisi pengguna.
Peluncuran Halofit dilakukan di tengah meningkatnya angka obesitas di Indonesia. Berdasarkan data Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan hingga akhir 2025, satu dari tiga masyarakat Indonesia mengalami obesitas sentral atau penumpukan lemak di area perut yang berisiko memicu penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
VP Consultation & Diagnostics Halodoc, Ignasius Hasim mengatakan, persoalan obesitas tidak bisa dipandang sekadar masalah gaya hidup atau angka timbangan.
“Bagi Halodoc, mengatasi obesitas bukan sekadar menurunkan angka di timbangan, tetapi membantu masyarakat membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Ignasius dalam keterangannya, Selasa (13/5/2026).
Menurut dia, data internalnya pada 2024 menunjukkan sekitar 75 persen pasien nutrisionis Halodoc mencari dukungan terkait manajemen berat badan. Namun, sebagian besar masih berfokus pada pengaturan pola makan dan edukasi gaya hidup.
“Maka dari itu, melalui Halofit kami menghadirkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan edukasi, pendampingan dokter dan ahli gizi, teknologi, serta terapi medis program weight management berbasis bukti ilmiah,” ujarnya.
Melalui aplikasi Halodoc, pengguna dapat mengikuti program transformasi selama 30 hari yang mencakup konsultasi dokter, meal plan personal, obat pendamping, serta pendampingan intensif.
Jika dinilai perlu secara medis, pengguna juga dapat memperoleh terapi GLP-1 yang berfungsi membantu mengontrol nafsu makan dan kadar gula darah.
Halodoc menegaskan terapi tersebut tidak diberikan sebagai solusi instan, melainkan berdasarkan asesmen dokter dan pengawasan tenaga medis.
Contoh Konkret
Salah satu figur publik yang mengikuti program tersebut adalah Vicky Shu. Ia mengaku memilih Halofit untuk membantu menjaga kesehatan fisik dan mental setelah mengalami perubahan berat badan pascamelahirkan anak kedua.
“Aku memilih program Halofit karena aku ingin investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik dan mentalku, bukan semata karena ingin menurunkan berat badan saja,” ujar Vicky Shu.
Ia mengatakan program tersebut membantunya mengontrol pola makan melalui pendampingan dokter dan terapi yang diberikan selama program berlangsung.
Selain menjalani program Halofit, Vicky juga menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berjalan kaki dan memperbaiki pola konsumsi harian.
Halodoc menyebut seluruh program Halofit diawasi oleh Board of Wellness yang terdiri dari dokter spesialis endokrin dan gizi klinis guna memastikan pendekatan penanganan obesitas dilakukan secara aman dan terukur.