Mantan eksekutif periklanan NBCUniversal yang juga pernah memimpin X (dulu Twitter), Linda Yaccarino, resmi ditunjuk sebagai CEO eMed Population Health.
Perusahaan rintisan asal Miami, Amerika Serikat, ini fokus pada layanan kesehatan digital, khususnya untuk pasien pengguna obat penurun berat badan berbasis GLP-1 seperti Ozempic.
Pengumuman itu dirilis Selasa (12/8), hanya beberapa pekan setelah Yaccarino mengundurkan diri dari kursi puncak X milik Elon Musk.
“Industri kesehatan telah didisrupsi oleh teknologi, namun belum sepenuhnya ditransformasi. Ini peluang besar untuk menggabungkan teknologi, gaya hidup, dan data dalam format digital yang benar-benar memengaruhi konsumen,” ujarnya dikutip New York Post, Rabu (13/8).
Advertisement
Pasar seksi obat diabetes dan obesitas
Didirikan pada 2020, eMed menawarkan layanan diagnostik di rumah, pemeriksaan medis terpandu, hingga resep dokter secara daring. Perusahaan mengklaim mampu memangkas biaya program penurunan berat badan hingga 50 persen.
Sebuah nilai jual besar di tengah lonjakan permintaan terapi GLP-1 secara global. GLP-1 merupakan golongan obat yang membantu penderita diabetes tipe 2 dan obesitas.
Maklum, pasar obat anti-obesitas dan diabetes ini sedang tumbuh pesat. Di Amerika Serikat, penjualan Ozempic dan Wegovy mencetak rekor penjualan sejak 2023, sementara telemedisin menjadi kanal utama distribusi resep.
Dengan proyeksi valuasi pasar kesehatan digital global menembus USD900 miliar pada 2030, eMed bersaing ketat dengan pemain seperti Teladoc Health dan Omada Health.
Advertisement
Rekam jejak bisnis dan jaringan global
Perekrutan Yaccarino dianggap langkah agresif untuk memperluas penetrasi eMed, terutama di segmen penyakit kronis. Jejaring internasionalnya dan pengalaman memimpin transformasi bisnis skala besar diharapkan mempercepat ekspansi ke pasar baru.
Sebelum bergabung dengan eMed, Yaccarino bergabung ke X pada 2023 usai akuisisi Twitter oleh Musk. Ia berperan memulihkan hubungan dengan pengiklan besar dan membawa X ke jalur hukum dengan menggugat World Federation of Advertisers serta Global Alliance for Responsible Media terkait isu “brand safety.”
Di bawah kepemimpinannya, X juga menghadapi persaingan dari Threads milik Meta—yang kini memiliki 350 juta pengguna aktif bulanan—dan jejaring sosial BlueSky.
Advertisement
Pengunduran diri dari X
Yaccarino mundur dari X pada Juli 2025, sehari setelah chatbot Grok milik platform tersebut menuai kontroversi atas pernyataan antisemit. Meski begitu, sumber internal menyebut kepergiannya tidak terkait langsung dengan insiden itu.
“Setelah dua tahun yang luar biasa, saya memutuskan mengundurkan diri dari CEO X. Saya berterima kasih kepada Elon Musk atas kepercayaannya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Elon Musk, melalui akun X, membalas singkat: “Terima kasih atas kontribusi Anda.”
Advertisement
Analisis pasar
Langkah eMed merekrut sosok dengan reputasi global seperti Yaccarino menunjukkan ambisi perusahaan untuk menempatkan diri di garda depan industri kesehatan digital.
Jika strategi ini berjalan mulus, eMed berpotensi menjadi pemain kunci di pasar penanganan penyakit kronis berbasis teknologi—sebuah segmen yang saat ini menjadi primadona investor.