Berawal dari Jalanan, Jatuh karena Kekuasaan, Kisah Pejabat yang Pernah Jadi Sopir
Pria yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu secara terbuka mengaku pernah menjadi pengemudi ojek online.
Tak semua pejabat lahir dari keluarga elite atau langsung duduk di kursi empuk kekuasaan. Sejumlah tokoh publik Indonesia justru memulai hidup dari titik paling sederhana menjadi sopir, tukang semir sepatu, hingga pengemudi ojek online. Nasib mereka pun kini berbeda-beda ada yang jadi "crazy rich", ada pula yang terjerat kasus korupsi.
Sebut saja Ahmad Sahroni, mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Partai NasDem. Lahir di Kebon Bawang, Tanjung Priok, 8 Agustus 1977, Sahroni bukan berasal dari keluarga berada. Ibunya hanya penjual nasi Padang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Ia pernah menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, hingga sopir antar jemput anak sekolah.
Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil. Sahroni kini dikenal sebagai "crazy rich" Tanjung Priok. Ia pernah menjadi direktur utama perusahaan pengangkutan bahan bakar minyak, mengelola kapal tongkang, dan juga merambah ke bisnis properti. Gaya hidup glamor dan kecintaannya pada otomotif membuatnya jadi sorotan publik.
Sosok lain yang menarik adalah Immanuel Ebenezer, atau yang akrab disapa Noel. Pria yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu secara terbuka mengaku pernah menjadi pengemudi ojek online pada 2016. Tak hanya dirinya, bahkan anaknya juga ikut menjadi driver ojol.
"Surat nikah saya jadikan jaminan waktu daftar. Anak saya pakai ijazah," kenangnya.
Kini, dari mengenakan jaket ojol di jalanan, Noel dipercaya mendampingi Menteri Ketenagakerjaan dalam menyusun kebijakan nasional. Ia pun memotivasi para driver agar tak menyerah pada keadaan.
"Saya mantan ojol, tapi sekarang dipercaya Presiden Prabowo," ujarnya di depan para pengemudi ojol dalam sebuah pertemuan.
Kini, Noel mendekam di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara. Dari mantan pengemudi ojek yang menginspirasi, Noel kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Namun tidak semua kisah berujung manis, Setya Novanto, mantan Ketua DPR RI, juga punya cerita perjuangan serupa. Saat kuliah di Surabaya pada tahun 1973, ia menjadi sopir pribadi di rumah tempatnya ngekos, bahkan merangkap sebagai pembantu rumah tangga.
"Agar bisa tetap tinggal tanpa membayar, saya jadi sopir dan bersih-bersih rumah," tuturnya.
Sayangnya, karier politik yang cemerlang itu harus berakhir tragis. Setya Novanto harus mendekam di penjara setelah divonis bersalah dalam kasus korupsi proyek e-KTP, yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.