Dulu Ngamen Sampai Dibilang Gembel, Pria ini lalu Gigih Belajar Hingga Beasiswa di Inggris Kini Jadi Pejabat Eselon III
Berikut kisah inspiratif dari pria yang dulunya sempat ngamen dan dibilang gembel tapi kini jadi pejabat.
Setiap orang tentu akan memiliki jalan hidupnya masing-masing. Ada yang jalan hidupnya mulus bak tidak ada rintangan. Ada pula yang harus melewati berbagai macam ujian sebelum akhirnya menjadi orang sukses.
Tampaknya itu yang dilalui oleh pria satu ini. Ia dulunya sempat menjadi pengamen hingga dibilang gembel. Namun kini, Ia telah membuktikan kesuksesannya.
Lantas bagaimana kisah inspiratif dari pria yang dulunya sempat ngamen dan dibilang gembel tapi kini jadi pejabat? Melansir dari akun TikTok saktilaz, Rabu (11/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Tidak Ada Biaya Kuliah
Pria pemilik akun TikTok saktilaz membagikan pengalaman hidupnya yang penuh lika-liku. Setelah lulus SMA, kedua orangtuanya saat itu tidak memiliki biaya untuknya bisa berkuliah. Alih-alih menyerah, Ia berusaha untuk mencari pekerjaan apa saja meskipun sering kali ditolak.
"Lulus SMA dicap gembel, gak ada biaya buat kuliah. Ngelamar kerja jadi tukang fotokopi saja ditolak, ngelamar kerja di Indomaret ditolak. Hidup luntang-luntung gak jelas," cerita pria ini.
"Yang paling ngedrop, saat keluarga bilang kerja saja karena gak bisa biayain kuliah," ungkapnya.
Pria ini mengaku tak pantang menyerah. Setiap pekerjaan halal dilakukan demi menyambung hidup.
"Saat itu gue kerja apa-apa saja yang penting halal selama bisa nyambung hidup. Pernah ngamen, pernah dagang, pernah nyemir sepatu, pernah jadi gueu les. Apa saja yang penting halal," tambahnya.
Keterima di UI dan Dapat Beasiswa
Perjuangannya pun mulai membuahkan hasil. Ia mengatakan telah diterima di IPB, namun sayang tidak diambil lantaran biaya. Ia kemudian diterima di kampus terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI). Bahkan, Ia juga mendapatkan beasiswa dan bis alulus tepat waktu.
"Selepas lulus sebenarnya gue keterima di IPB, tapi karena faktor biaya gue gak ambil. Tahun berikutnya keterima di UI, modal nekat gue ke UI bilang mau kuliah tolong beri saya keringanan. Alhamdulillah gue bisa kuliah di UI pakai beasiswa dan lulus tepat waktu," jelasnya.
"Selama kuliah tentu gue sambil kerja. Pernah gue jualan roti di kampus, malu? Gak, yang penting halal," sambungnya.
Lolos CPNS
Kesuksesan pun semakin datang menghampirinya. Setelah menjadi tenaga kontrak di salah satu kementerian sejak lulus kuliah, Ia berhasil lolos CPNS. Dari sinilah kariernya perlahan mulai membaik.
Ia bahkan bisa membantu membiayai kuliah sang adik dan berkesempatan untuk ke luar negeri. Hal ini tentu berkat kerja keras dan perjuangannya untuk terus belajar serta meningkatkan kualitas diri.
"Selepas lulus gue apply jadi tenaga kontrak di salah satu kementerian. 2 tahun kemudian gue lulus CPNS. Karier gue sebagai PNS bermulai. Pelan-pelan gue bisa hidup lebih layak, bisa kuliahin dua adik gue," paparnya.
"Pas dulu boro-boro berani stand out di depan banyak orang. Saat jadi PNS gue kerja mati-matian, belajar apa saja, pantang pulang sebelum kerjaan selesai, sabtu-minggu kalau perlu masuk. Alhamdulillah dipercaya di banyak hal," tambahnya.
Dia pun akhirnya meraih hasil kerja kerasnya. Pria ini seringkali mendapat kesempatan kursus singkat dari luar negeri gratis. Tentu saja pencapaiannya ini tak pernah terbayangkan sebelumnya.
"Dulu boro-boro mikir ke luar negeri. Setelah jadi PNS gue kerap dapat kesempatan ikut shortcourse dari luar, dibiayain organisasi luar atau pemerintah luas. Sesutu yang gak terbanyangkan di kepala gue dulu," ujarnya.
Sempat Dibilang Gembel
Di balik kesuksesannya ini, rupanya ada perkataan-perkataan yang tidak mengenakan. Bagaimana tidak, Ia pernah dibilang gembel oleh orang lain dan diusir saat berjualan. Meski menyakitkan, namun itu semua justru menjadi motivasi baginya untuk terus berkembang.
"Inget gue dulu pas dagang boneka di pinggir jalan, gue dipalak ormas, diusir. Di situ gue ribut karena berusaha memperjuangkan uang yang gak seberapa. Hal-hal itu gue ingat terus dan terus menguatkan gue," paparnya.
"Kalau sekarang banyak yang manggil gue Pak, ngomong 'Siap Pak' 'Ada arahan Pak?'. Padahal dulu gue pernah diusir dari depan sebuah Apotek karena dianggap gembel," lanjutnya.