Wanita-Wanita Cantik Diiming-imingi Duit Miliaran Dolar Asal Perusahaannya Mau Dibeli Tapi Ditolak, Sekarang Kaya Raya dan Low Profile
Berikut adalah daftar wanita cantik kaya yang enggan perusahaannya di jual walau dengan harga miliaran dolar.
Di tengah hiruk-pikuk dunia startup yang sering berakhir dengan akuisisi bernilai fantastis, sejumlah perempuan pendiri perusahaan teknologi justru mengambil langkah mengejutkan.
Mereka menolak tawaran miliaran dolar yang datang dari para raksasa industri. Keputusan mereka lahir dari keyakinan teguh akan visi jangka panjang, kontrol kreatif, dan dampak sosial yang lebih luas.
Inilah kisah para wanita cantik bos perusahaan teknologi yang memilih bertahan tak "menjual" aset miliaran dolar dikutip dari beragam sumber, Jumat (1/8).
Alicia Boler Davis
Menolak tawaran jabatan CEO di perusahaan Fortune 500 demi memimpin startup yang lebih selaras dengan visinya.
Sebagai mantan eksekutif Amazon dan GM, dia memilih menjadi CEO Alto Pharmacy, perusahaan telehealth yang inovatif.
Keputusannya menunjukkan bahwa nilai misi dan dampak sosial bisa lebih penting daripada status korporasi besar.
Arum Kang
Arum Kang menolak tawaran akuisisi sebesar sekitar USD30 juta dari investor terkenal Mark Cuban untuk startup kencan online-nya, Coffee Meets Bagel.
Keputusannya didasarkan pada keyakinan terhadap potensi jangka panjang produk dan visinya sendiri, bukan menjual saat valuasi masih relatif kecil.
Kathryn Minshew
Kathryn dan tim The Muse, platform job search dan career advice untuk milenial, menolak tawaran akuisisi besar dari korporat.
Mereka memilih untuk terus berkembang secara independen karena percaya akan nilai jangka panjang serta dampak yang lebih besar daripada sekadar keuntungan cepat.
Mira Murati
Mira Murati sebelumnya menjabat CTO OpenAI dan interim CEO, menolak tawaran senilai USD1 miliar dari Meta untuk mengakuisisi startup-nya, Thinking Machine Lab dan bergabung dengan tim Superintelligence di Meta AI.
Tidak satu pun anggota timnya menerima tawaran tersebut. Mereka memilih mempertahankan visi dan nilai ekuitas jangka panjang.
Diane Greene
Pendiri dan CEO VMware (1998–2008), kemudian perusahaan itu diakuisisi oleh EMC. Setelah kejadian tersebut, Dewan meminta dia tetap memimpin.
Namun Greene menolak untuk tetap berada di EMC/VMware pasca-akuisisi dan memilih jalan karier baru.