Sosok Mira Murati kini sedang ramai diperbincangkan gara-gara menolak mentah-mentah tawaran duit Rp16 triliun dari Mark Zuckerberg. Ia adalah mantan Chief Technology Officer OpenAI yang kini sedang merintis startup AI barunya, Thinking Machines Lab.
Mengutip CNBC, Kamis (31/7), perusahaan besutannya itu telah berhasil menggalang dana sebesar USD2 miliar atau setara lebih dari Rp32 triliun dan berencana merilis produk pertamanya dalam beberapa bulan ke depan.
Murati, yang sempat menjabat sebagai CEO interim OpenAI saat Sam Altman diberhentikan sementara oleh dewan direksi pada 2023, mendirikan Thinking Machines pada Februari lalu setelah keluar dari OpenAI pada September tahun lalu.
Sejak itu, ia belum banyak mengungkap detail terkait arah perusahaan barunya, hingga pengumuman resmi yang ia unggah di platform X pada Selasa (30/7).
Dalam pernyataannya, Murati menyebut bahwa Andreessen Horowitz (a16z) memimpin putaran pendanaan besar tersebut, dengan partisipasi dari raksasa chip Nvidia dan sejumlah investor teknologi lainnya.
“Kami percaya AI harus menjadi perpanjangan dari agensi individu dan, dalam semangat kebebasan, didistribusikan seluas dan seadil mungkin. Kami berharap visi ini selaras dengan mereka yang berbagi komitmen kami untuk memajukan bidang ini,” tulis Murati dalam unggahan perdananya sejak Februari.
Thinking Machines, menurut Murati, tengah mengembangkan AI multimodal yakni sistem kecerdasan buatan yang dapat memahami dan berinteraksi secara alami dengan manusia melalui percakapan dan penglihatan.
Produk pertama mereka akan mencakup komponen open source untuk mendukung penelitian dan pengembangan oleh akademisi maupun startup lain.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan membagikan sains terbaik kami untuk membantu komunitas riset memahami sistem AI frontier secara lebih mendalam,” ujar Murati.
Dengan pendanaan jumbo dan latar belakang kepemimpinan Murati di jantung perkembangan AI dunia, Thinking Machines diprediksi akan menjadi salah satu pemain baru paling berpengaruh dalam lanskap kecerdasan buatan global.
Advertisement
Tolak Tawaran Mark Zuckerberg
Menurut laporan dari Wired, Meta diketahui mengajukan tawaran mencengangkan kepada sejumlah peneliti di Thinking Machines Lab, startup AI yang dipimpin oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati. Nilai tawaran itu bukan hanya besar, tapi luar biasa fantastis.
Murati disebut-sebut ditawari paket kompensasi senilai USD1 miliar (sekitar Rp16 triliun) selama beberapa tahun. Sementara peneliti lainnya ditawari kompensasi antara USD200 juta hingga UD500 juta, dengan sistem vesting selama empat tahun.
Namun yang mengejutkan, tidak satu pun dari tim Thinking Machines Lab yang menerima tawaran tersebut. Laporan Wired mengutip sumber yang menyatakan secara gamblang:
“Sejauh ini, di Thinking Machines Lab, belum ada satu pun yang menerima tawaran itu," jelas sumber dikutip MoneyControl & IndiaTimes, Kamis (31/7).