Cerita di Balik Perseteruan Elon Musk dan Sam Altman saat Membangun Open AI
Konflik internal di OpenAI antara Elon Musk dan Sam Altman terungkap, menunjukkan ketegangan atas kontrol perusahaan dan potensi monopoli kekuasaan atas AGI.
Email internal yang terungkap dalam gugatan Elon Musk terhadap Sam Altman mengungkapkan konflik tajam yang terjadi sejak awal di OpenAI. Bukti yang diajukan dalam pengadilan menunjukkan perdebatan panas antara para pendiri mengenai siapa yang akan memegang kendali atas penciptaan kecerdasan buatan tingkat manusia, atau yang dikenal sebagai Artificial General Intelligence (AGI).
Salah satu pendiri OpenAI, Ilya Sutskever, dalam emailnya kepada Musk dan Altman pada September 2017, memperingatkan risiko monopoli kekuasaan oleh Musk.
"Struktur saat ini memberikan Anda jalan untuk mendapatkan kendali absolut atas AGI," tulis Sutskever seperti dikutip Futurism, Selasa (19/11).
Ia mengkritik Musk yang ingin menjadi CEO meskipun mengaku tidak menyukai peran tersebut.
"Anda menyatakan tidak ingin mengontrol AGI, tetapi tindakan Anda menunjukkan sebaliknya," tambahnya.
Pemicu Mundurnya Musk
Email ini dikirim hanya enam bulan sebelum Musk mengundurkan diri dari OpenAI, mengutip perbedaan pandangan tentang bagaimana perusahaan harus mencari dana. Masalah tersebut kini menjadi inti dari gugatan Musk terhadap Altman.
Sutskever juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa Musk mungkin tetap mempertahankan kontrol absolutnya seiring kemajuan OpenAI.
"Tujuan OpenAI adalah memastikan masa depan yang baik dan menghindari diktator AGI," tulisnya.
Ketegangan internal ini menunjukkan tantangan etis yang dihadapi OpenAI dalam menciptakan teknologi yang begitu kuat.