Bongkar Rahasia Keluarga, Wanita Ini Klaim Ibunya Menikahi Paman Demi Harta, Simak Ceritanya
Seorang wanita di China melakukan tindakan berani setelah mengetahui pamannya menikah secara palsu dengan ibunya yang telah meninggal untuk menguasai warisan.
Seorang wanita berusia 27 tahun di China mengungkapkan dugaan manipulasi dokumen keluarga yang mengejutkan setelah menelusuri warisan ibunya yang meninggal ketika ia masih kecil.
Kasus ini kini sedang diselidiki oleh otoritas setempat setelah viral di media sosial. Wanita bernama Sun ini berasal dari Provinsi Henan dan kehilangan ibunya, Zhao Fang, pada tahun 2008 saat ia berusia sembilan tahun.
Setelah perceraian orang tuanya, Sun tinggal bersama ibunya, namun setelah Zhao Fang meninggal karena penyakit, ia diadopsi oleh adik perempuannya.
Sun mengungkapkan bahwa keluarga besar sempat menyelesaikan berbagai urusan aset ibunya sekitar waktu kematian tersebut.
Berdasarkan dokumen yang ada, sehari sebelum meninggal, Zhao Fang menandatangani persetujuan untuk menjual tiga properti miliknya guna melunasi utang.
Sisa asetnya disebut akan disimpan dalam perwalian hingga Sun berusia 18 tahun, sebagaimana dilaporkan oleh SCMP pada Kamis (12/3/2026).
Sebelumnya, Sun tinggal bersama ibunya di Provinsi Hebei, dan setelah ibunya meninggal, ia berpindah-pindah tinggal antara bibinya dan pamannya di kampung halaman keluarga di Henan hingga akhirnya memasuki perguruan tinggi pada tahun 2018.
Catatan medis menunjukkan bahwa Zhao Fang didiagnosis dengan sepsis, infeksi serius yang dapat menyebabkan kegagalan organ dengan cepat.
Sun mengaku tidak sempat menghadiri pemakaman ibunya karena hanya diberi tahu setelah kejadian tersebut.
Masalah mulai muncul ketika Sun berusaha mengurus warisan setelah mencapai usia dewasa. Ia menemukan bahwa hanya satu toko yang masih tercatat atas nama ibunya, sementara aset lainnya, termasuk properti hunian, properti komersial, dan perhiasan, telah dialihkan ke pihak lain.
Lebih mengejutkan lagi, seorang notaris menyebutkan bahwa ibunya tercatat menikah kembali pada tahun 2009, meskipun Zhao Fang diketahui telah meninggal pada tahun 2008.
Pernikahan tersebut membuat Sun tidak lagi menjadi satu-satunya ahli waris, sehingga ia tidak dapat melanjutkan proses warisan seorang diri.
Ketika menelusuri dokumen pendaftaran pernikahan tahun 2009, Sun menemukan bahwa pria yang tercatat sebagai suami ibunya memiliki nama yang sama dengan pamannya, adik laki-laki Zhao Fang.
Ia juga menemukan bahwa foto identitas yang digunakan dalam dokumen pernikahan bukanlah foto ibunya, melainkan foto istri pamannya.
Sun kemudian menemukan perubahan lain pada dokumen identitas ibunya. Kartu identitas Zhao Fang diduga telah diganti dengan foto dan alamat milik bibi iparnya, tetapi tetap menggunakan nomor identitas asli Zhao Fang.
Sun menduga bahwa pamannya mendaftarkan pernikahan atas nama saudara perempuannya yang telah meninggal untuk mendapatkan status hukum sebagai pasangan, sehingga ia bisa mewarisi harta tersebut.
Selesaikan Perkara Hukum
Dalam hukum di Tiongkok, ahli waris utama terdiri dari pasangan, anak, dan orang tua, yang memiliki hak utama atas seluruh harta warisan. Sementara itu, saudara kandung hanya dapat mewarisi jika tidak ada ahli waris dari tingkat pertama.
Selain itu, pernikahan antar kerabat dekat hingga tiga generasi dilarang. Dalam praktik administrasi, pasangan yang ingin menikah biasanya hanya perlu menunjukkan kartu identitas dan buku registrasi keluarga atau hukou untuk membuktikan identitas mereka, serta menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan darah.
Namun, jika kedua pihak tidak terdaftar dalam satu hukou yang sama, otoritas pendaftaran pernikahan sering kali kesulitan untuk memverifikasi hubungan keluarga mereka.
Setelah mengalami beberapa kegagalan dalam proses hukum hingga tahun 2025, Sun akhirnya memutuskan untuk mengungkap kasus ini secara online.
Pada 3 Maret, otoritas di Provinsi Henan mengumumkan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan terkait dugaan manipulasi identitas dan warisan. Kasus ini telah memicu kemarahan di kalangan warganet di Tiongkok.
"Kerabat yang begitu kejam, mencoba merebut uang yang ditinggalkan seorang ibu untuk anaknya," tulis seorang pengguna internet.
Pengguna lainnya menambahkan, "Lebih mengerikan lagi karena tindakan ilegal seperti ini bisa lolos. Seharusnya petugas menghentikannya sejak awal ketika identitas orang yang sudah meninggal diubah untuk mendaftarkan pernikahan."