Seperti Drama Sinetron, Anak Konglomerat Ini Diasuh Keluarga Miskin Selama Puluhan Tahun
Baru setelah ayah angkatnya meninggal pada tahun 2023, ibu angkatnya memberi tahu Zhang bahwa dia bukan anak kandung mereka.
Kisah bak drama sinetron terjadi di China. Di mana, seorang anak yang telah diasuh keluarga miskin selama puluhan tahun ternyata putra seorang konglomerat.
Seorang pria bernama Zhang Huaiyuan (33) yang dibesarkan di desa miskin di provinsi Anhui, Tiongkok timur, terkejut saat mengetahui bahwa dia diadopsi dan orang tua kandungnya adalah pedagang kaya dari provinsi Zhejiang di China bagian tenggara. Zhang harus berjibaku dengan keluar miskin sekitar 400 kilometer dari provinsi Zhejiang tempat orang tua kandungnya tinggal.
Drama ini dimulai ketika sang dokter memberi tahu orang tua kandung Zhang bahwa anaknya meninggal karena dia lahir prematur. Padahal, cerita sebenarnya dia telah diberikan kepada seorang kerabat direktur rumah sakit yang tidak dapat hamil.
Baru setelah ayah angkatnya meninggal pada tahun 2023, ibu angkatnya memberi tahu Zhang bahwa dia bukan anak kandung mereka.
"Setelah berpisah selama puluhan tahun, Zhang akhirnya bertemu dengan orang tua kandungnya pada bulan Mei tahun ini, dengan bantuan polisi," tulis laman South China Morning Post, dikutip Jumat (9/5),
Mendengar fakta mencengangkan tersebut, sang ayah kandung Zhang, Li Shijie segera merayakan pesta ulang tahun Zhang.
Dengan berlinang air mata, dia memberikan hadiah kartu bank untuk rekening yang berisi 1,2 juta yuan (USD166.000) kepada putranya.
"Anak saya yang malang hidup selama lebih dari 30 tahun tanpa mengetahui hari ulang tahunnya sendiri. Tahun ini, keluarga kami akhirnya akan merayakannya bersama," kata Li Shijie.
Warisi Bakat Orang Tua Kandung
Zhang sejatinya anak kedua dari keluarga kaya raya Li Shijie. Meskipun tumbuh dalam kemiskinan, Zhang tampaknya mewarisi bakat orang tua kandungnya dalam berbisnis karena ia memiliki sebuah pabrik kecil.
Melihat bakat bisnis sang anak, keluarga Li mengunjungi rumah Zhang di Tianjin, Tiongkok timur. Dalam pertemuan hangat tersebut, mereka bertemu dengan menantu perempuan dan cucu laki-laki mereka yang berusia sembilan tahun.
"Lihatlah foto keluarga itu, Zhang sangat mirip ibunya," ucap saudara Li yang lain.