Daftar Orang Terkaya Indonesia versi Forbes 2025, Ada Kejutan
Dua pengusaha besar kembali tercatat dalam daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes untuk tahun 2025.
Majalah Forbes baru saja merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia untuk tahun 2025. Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa lonjakan pasar saham sebesar 17% telah mendorong kekayaan kolektif para miliarder Indonesia mencapai rekor baru, yaitu USD 306 miliar, dibandingkan dengan USD 263 miliar pada tahun 2024.
Seperti yang dilansir oleh Forbes pada Kamis (11/12), R. Budi dan Michael Hartono tetap menduduki posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia. Mereka telah mempertahankan posisi ini selama lebih dari sepuluh tahun, meskipun kekayaan bersih gabungan mereka mengalami penurunan sebesar USD 6,5 miliar menjadi USD 43,8 miliar.
Penurunan ini menjadi yang terbesar dalam dolar tahun ini. Saham Bank Central Asia, yang merupakan aset terbesar mereka, mengalami penurunan sebesar 15% dibandingkan tahun lalu, di tengah kekhawatiran investor mengenai dampak ketidakpastian kebijakan moneter dan fiskal terhadap bank.
Di posisi kedua, miliarder di sektor petrokimia dan energi, Prajogo Pangestu, berhasil mengumpulkan lebih dari USD 140 juta dari IPO Chandra Daya Investasi pada bulan Juli, yang merupakan anak perusahaan infrastruktur dari Chandra Asri Pacific.
Dia berhasil mempertahankan posisinya dengan meningkatkan kekayaan bersihnya sebesar 23% menjadi USD 39,8 miliar. Secara keseluruhan, kekayaan setengah dari para miliarder Indonesia dalam daftar tersebut tercatat mengalami peningkatan.
Lonjakan terbesar, yakni USD 9,4 miliar, diraih oleh Keluarga Widjaja, yang naik satu peringkat ke posisi ketiga dengan total kekayaan mencapai USD 28,3 miliar. Saham perusahaan infrastruktur dan energi mereka, Dian Swastatika Sentosa, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu, seiring dengan ekspansi mereka di bidang energi terbarukan.
Pada bulan Juni, perusahaan ini juga membuka pabrik panel surya terbesar di Indonesia dengan kapasitas tahunan mencapai 1 gigawatt, yang merupakan hasil kerja sama dengan PLN Indonesia Power Renewables dan Trina Solar dari Tiongkok.
Daftar Orang Indonesia Terkaya Lainnya
Setelah menjadi orang terkaya ketiga pada tahun lalu, taipan batubara Low Tuck Kwong kini harus turun ke posisi keempat. Kekayaannya mengalami penurunan sebesar USD 2,1 miliar, sehingga totalnya menjadi USD 24,9 miliar. Penurunan ini terjadi setelah saham perusahaan batubara yang diproduksinya, Bayan Resources, mengalami penurunan seiring dengan penurunan laba bersih. Hal ini dipengaruhi oleh melemahnya harga batubara dan meningkatnya biaya operasional, yang menurun 16% menjadi USD 534 juta dalam sembilan bulan hingga September.
Pada daftar terbaru ini, Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, pendiri DCI Indonesia, berhasil masuk dalam sepuluh besar untuk pertama kalinya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan terhadap pusat data, yang menyebabkan lonjakan saham perusahaan mereka.
Saat ini, mereka menduduki peringkat ke-6 dengan total aset USD 11,3 miliar, sedangkan Marina Budiman berada di peringkat ke-8 dengan nilai aset USD 8,2 miliar. Selain itu, pendiri ketiga, Han Arming Hanafia, juga mengalami kemajuan signifikan, naik 38 peringkat ke posisi ke-12 dengan nilai aset USD 5,3 miliar.
Taipan Lainnya
Tercatat kali ini, dua taipan kembali muncul dalam daftar, salah satunya adalah mogul media Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Saham Elang Mahkota Teknologi, yang lebih dikenal sebagai Emtek, mengalami kenaikan hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hal ini terkait dengan rencana IPO Super Bank yang telah lama dinantikan, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember, di mana Emtek memiliki sekitar sepertiga saham. Dengan perkembangan ini, posisi Eddy Kusnadi Sariaatmadja semakin menguat dalam dunia bisnis.
Wajah baru yang muncul dalam daftar tahun ini adalah Hartati Murdaya, yang menjabat sebagai direktur utama perusahaan holding investasi Central Cipta Murdaya. Ia mengambil alih posisi tersebut setelah mendiang suaminya, Murdaya Poo, meninggal dunia pada bulan April di usia 84 tahun.
Selain itu, dua orang yang tidak lagi berada dalam daftar tersebut adalah Kuncoro Wibowo, yang saham jaringan toko perangkat kerasnya, Aspirasi Hidup Indonesia, mengalami penurunan lebih dari 40% akibat menyusutnya keuntungan. Nilai kekayaan bersih minimum untuk masuk dalam daftar ini juga mengalami penurunan, yaitu menjadi $920 juta dari angka sebelumnya yang mencapai $1,05 miliar tahun lalu.