Majalah Forbes kembali merilis daftar terbaru orang terkaya dunia. Dalam daftar ini, ada beberapa nama pengusaha Indonesia. Salah satunya pendiri ritel Alfamart, Djoko Susanto.
Djoko Susanto tercatat memiliki kekayaang USD 3,5 miliar atau sekitar Rp57,7 triliun per April 2025. Nilai kekayaan ini tercatat turun dibanding 2024 yang mencapai USD 4,1 miliar.
Djoko Susanto saat ini menempati peringkat 1.045 daftar orang paling kaya versi Forbes. Dia merupakan pendiri Alfamart, yang memiliki lebih dari 22.000 toko serba ada atau toko ritel di seluruh Indonesia dan 2.000 toko di Filipina.
Awalnya, anak keenam dari 10 bersaudara ini mulai mengelola warung makan sederhana milik orang tuanya di dalam pasar tradisional di Jakarta pada usia 17 tahun.
Kemudian, dia bermitra dengan taipan rokok kretek Putera Sampoerna untuk membuka warung serupa dan kemudian jaringan supermarket yang memberi diskon.
Ketika Putera menjual bisnis rokoknya ke Philip Morris pada tahun 2005, Susanto membeli bisnis ritel tersebut dan mengembangkannya menjadi jaringan Alfamart.
Pada tahun 2022, perusahaan tersebut membeli saham senilai USD 30 juta di Bank Aladin Syariah, yang menyediakan layanan keuangan sesuai syariah.
Advertisement
Forbes kembali merilis daftar orang paling kaya di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam daftar terbaru ini, sejumlah nama lama masih mendominasi, namun posisi mereka mengalami pergeseran menarik. Seperti Low Tuck Kwong, raja batu bara ini jarang menduduki peringkat pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun, pada edisi Mei 2025, pendiri Bayan Resources itu menjadi orang paling kaya di Indonesia.
Namun, hal menarik lainnya dalam daftar ini yaitu ada nama Bambang Sutantio. Dia merupakan pendiri Cisarua Mountain Dairy, yang lebih dikenal sebagai Cimory, produsen dan distributor produk olahan susu dan makanan olahan di Jakarta dan sekitarnya.
Cimory dikenal dengan berbagai produk olahan susu seperti susu dan yogurt serta daging olahan.
Bambang Sutantio pertama kali mendirikan perusahaan pengolah daging Macroprima Panganutama pada tahun 1993. Dia memulai bisnis susu pada tahun 2004 untuk mendukung para petani susu di Jawa Timur.
Sutantio melantai di bursa saham Cimory pada tahun 2021, dan berhasil mengumpulkan lebih dari $200 juta. Pada tahun 2023, perusahaan ekuitas swasta General Atlantic membeli 5,64 persen saham perusahaan susu tersebut seharga USD 130 juta.
Forbes mencatat, kekayaan Bambang saat ini mencapai USD 1,9 miliar atau sekitar Rp31,3 triliun. Total kekayaan Bambang ini tercatat terus naik, di mana tahun 2022 silam kekayaan Bambang hanya USD 1,6 miliar.