Bukan Tak Sayang, Ibu Tajir di Dunia ini Ogah Taruh Duit di Startup Anaknya

Ia punya prinsip kemandirian agar anak kesayangannya itu tumbuh menjadi pebisnis handal.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Bukan Tak Sayang, Ibu Tajir di Dunia ini Ogah Taruh Duit di Startup Anaknya
Melinda Gates (Reuters)

Meski memiliki kekayaan lebih dari USD31 miliar, Melinda French Gates membuat keputusan yang tak terduga sebagai orang tua. Ia menolak memberikan pendanaan untuk bisnis baru putrinya. Hal ini diungkapkan Melinda dalam acara Power of Women's Sports Summit, di mana ia tampil bersama legenda tenis Billie Jean King.

"Saya punya seorang putri yang memulai bisnis tahun ini. Dia mendapatkan pendanaan, tapi bukan karena kontak saya, bukan karena saya. Saya tidak mau menaruh uang di situ," ujarnya seperti dilaporkan New York Post via NDTV, Rabu (9/7).

Ketidakmauannya mendanai startup putrinya itu bukan tanpa alasan. Ia menyebut masih ada ketimpangan gender untuk mendapatkan modal usaha.

"Sangat, sangat sulit mendapatkan pendanaan jika kamu seorang perempuan. Jadi kamu harus belajar punya keberanian untuk memainkan permainan itu dan tetap bertahan,” ungkap dia.

Meski Melinda tidak menyebut nama sang putri secara langsung, banyak yang menduga ia merujuk pada Phoebe Gates, putri bungsunya yang berusia 22 tahun hasil pernikahannya dengan pendiri Microsoft, Bill Gates.

Phoebe baru-baru ini mendirikan Phia, sebuah platform fesyen digital yang ia bangun bersama mantan teman kuliahnya di Stanford, Sophia Kianni. Phia berfungsi mengagregasi harga pakaian dari lebih dari 40.000 situs web.

Melinda Gates menjelaskan alasannya tidak mendukung secara finansial. Ia ingin sang putri belajar menghadapi realita wirausaha.

“Kalau ini memang bisnis yang sungguh-sungguh, orang lain juga harus bersedia mendukung. Dan kalau tidak, dia akan belajar menghadapi penolakan. Itu yang saya katakan padanya. Dia sedang tumbuh melalui proses ini,” jelas Melinda.

Phoebe pun tampaknya setuju dengan sikap sang ibu. Dalam wawancara sebelumnya, ia menegaskan, bahwa tidak ingin bisnisnya menjadi sesuatu yang dibiayai keluarga.

"Kami ingin ini menjadi perusahaan sungguhan. Itu sangat penting bagi kami, meskipun saya memiliki banyak privilese dari keluarga saya, intinya adalah memiliki produk yang berdiri sendiri," terang dia.

Rekomendasi