Rekor Internet Tercepat di Dunia Pecah di Jepang
Kecepatan tersebut setara sekitar 4 juta kali lipat dari rata-rata internet rumahan di Amerika Serikat.
Peneliti di Jepang mengklaim telah memecahkan rekor dunia kecepatan internet dengan mentransmisikan lebih dari 125.000 gigabyte per detik sejauh 1.800 kilometer, lebih dari dua kali lipat rekor sebelumnya.
Pencapaian ini diumumkan National Institute of Information and Communications Technology (NICT) dalam konferensi Optical Fiber Communication ke-48 di San Francisco pada awal April.
Kecepatan tersebut setara sekitar 4 juta kali lipat dari rata-rata internet rumahan di Amerika Serikat. Dalam simulasi kasarnya, data sebesar seluruh arsip Internet Archive bisa diunduh dalam waktu kurang dari empat menit.
Mengutip LiveScience, Selasa (15/7), menurut NICT, rekor sebelumnya yang dicatat pada 2024 mencapai 50.250 Gbps. Peningkatan kecepatan ini dicapai berkat terobosan teknologi kabel fiber optik multi-core terbaru yang dikembangkan para ilmuwan.
Kabel inovatif tersebut memiliki 19 inti (core) berbeda di dalam diameter hanya 0,127 milimeter—sama dengan ukuran kabel single-core standar yang digunakan secara luas saat ini.
Semua inti didesain untuk merespons cahaya dengan cara seragam, meminimalkan fluktuasi yang bisa menyebabkan kehilangan data terutama pada jarak jauh.
Dalam pengujian terbaru, sinyal data dikirimkan sejauh 1.800 km melalui sistem transmisi yang memanfaatkan pengulangan lintasan hingga 21 kali agar tetap stabil dan utuh diterima.
Ini merupakan peningkatan signifikan dibanding capaian Maret 2023 lalu, yang hanya mampu mengirimkan kecepatan serupa pada sepertiga jarak.
Para peneliti mengakui tantangan terbesar adalah mempertahankan kualitas sinyal seiring bertambahnya jarak. Mereka berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan meningkatkan kekuatan sinyal dan teknik penguatan canggih.
Keberhasilan ini dinilai menjadi tonggak penting untuk masa depan komunikasi optik jarak jauh. Dengan lalu lintas data global yang diperkirakan melonjak pesat di tahun-tahun mendatang, kebutuhan akan sistem transmisi berkapasitas besar dan andal menjadi semakin mendesak.
Para ilmuwan berharap teknologi ini bisa diterapkan secara praktis di sektor telekomunikasi dalam waktu dekat, memungkinkan layanan internet super cepat lintas negara tanpa hambatan buffering atau gangguan sinyal.
Selain menjadi rekor dunia, pencapaian ini menegaskan pentingnya riset inovatif untuk membangun infrastruktur komunikasi masa depan yang lebih cepat, efisien, dan skalabel.