Ilmuwan ini Klaim Berhasil Lakukan Uji Coba Teleportasi Pakai Internet
Teleportasi kuantum sejauh 30 km di tengah lalu lintas internet aktif berhasil dilakukan.
Ilmuwan di AS telah berhasil melakukan teleportasi keadaan kuantum cahaya sejauh lebih dari 30 kilometer melalui kabel serat optik di tengah lalu lintas internet aktif, sebuah pencapaian luar biasa yang dulu dianggap mustahil.
Mengutip ScienceAlert, Kamis (2/1), keberhasilan ini merupakan langkah besar menuju jaringan komputasi kuantum yang terhubung, enkripsi yang lebih canggih, dan metode penginderaan baru yang lebih kuat.
Prem Kumar, insinyur komputer dari Northwestern University yang memimpin studi ini, menyatakan, "Ini sangat menarik karena tidak ada yang mengira ini mungkin terjadi. Penelitian kami menunjukkan jalan menuju jaringan kuantum dan klasik generasi berikutnya yang dapat berbagi infrastruktur serat optik yang sama."
Teleportasi kuantum mengacu pada transfer keadaan kuantum sebuah objek di satu lokasi ke objek serupa di lokasi lain tanpa perpindahan fisik. Proses ini memanfaatkan sifat keterikatan kuantum, tetapi tetap membutuhkan pengiriman informasi tunggal antara dua titik.
Tantangannya terletak pada menjaga integritas foton kuantum di tengah gelombang data yang padat, seperti transaksi bank dan video internet.
Teknologi Revolusioner yang Mendukung Teleportasi
Untuk melindungi keadaan kuantum foton mereka dari gangguan arus internet sebesar 400 gigabit per detik, tim peneliti menerapkan teknik khusus untuk membatasi kanal foton dan meminimalkan risiko pencampuran gelombang.
Kumar menjelaskan, "Kami dengan hati-hati mempelajari bagaimana cahaya tersebar dan menempatkan foton kami pada titik di mana mekanisme penyebaran itu diminimalkan.
"Keberhasilan ini menandai pertama kalinya teleportasi kuantum dilakukan bersamaan dengan aliran data internet aktual, bukan simulasi. Dengan hasil ini, harapan menuju internet kuantum yang aman dan efisien semakin nyata tanpa perlu membangun infrastruktur baru.
"Teleportasi kuantum memiliki potensi untuk menyediakan konektivitas kuantum yang aman antara node yang berjauhan secara geografis," tambah Kumar.
Teknologi ini memungkinkan komunikasi klasik dan kuantum untuk saling berdampingan melalui pemilihan panjang gelombang yang tepat, tanpa memerlukan infrastruktur khusus.
Penemuan ini memberikan fondasi kuat untuk mengembangkan internet kuantum yang dapat merevolusi cara manusia menghitung, memantau, dan mengenkripsi data, membuka babak baru dalam dunia teknologi.