Laris Manis di Pasar Eropa, Startup Tempe Asal Inggris ini Disuntik Duit Rp24 Miliar
Di Eropa tempe digemari. Hal itu yang membuat startup Tiba Tempeh disuntik investor Rp24 Miliar.
Tempe, makanan khas tradisonal Indonesia ini ternyata punya peluang bisnis bagus untuk pasar luar negeri. Hal itu dimanfaatkan oleh pasangan Alexandra dan Ross Longton. Mereka mendirikan startup Tiba Tempeh.
Mengutip FoodBev dan The Grocer, Selasa (8/7), Tiba Tempeh baru saja mengamankan pendanaan lebih dari £1,1 juta atau sekitar Rp24 miliar (1 pound sterling: Rp22.130), sekaligus mencatat lonjakan nilai penjualan ritel hingga 736 persen dalam setahun terakhir. Pencapaian ini terjadi di tengah tren konsumen yang semakin menggemari alternatif daging yang minim proses.
Pendanaan ini dipimpin oleh Maven Capital Partners lewat Northern Powerhouse Investment Fund II yang didukung British Business Bank. Selain itu, Perfect Redd—lengan modal ventura milik Samworth Brothers—juga ikut dalam putaran investasi kali ini dengan menambah modal lanjutan.
Menurut pernyataan resmi Tiba Tempeh, suntikan dana ini akan digunakan untuk memperkuat pemasaran, penjualan, serta pengembangan produk baru yang direncanakan rilis pada 2025.
Didirikan pada 2019, Tiba Tempeh adalah brand bersertifikat B-Corp yang menawarkan berbagai produk tempeh seperti blok, cincangan (mince), hingga potongan berbumbu. Semua produknya dibuat dari bahan 100% alami dan organik, dengan kandungan 22g protein per 100g.
Hal ini menjawab permintaan konsumen yang mendambakan pilihan daging nabati yang lebih alami, bergizi, dan minim proses. Selain tinggi protein, produk Tiba Tempeh juga kaya serat, vegan alami, dan bebas gluten.
Pertumbuhan Pesat Meski Pasar Melambat
Data Nielsen mencatat Tiba Tempeh kini menjadi brand dengan pertumbuhan tercepat di kategori daging nabati dingin (chilled meat-free) di Inggris. Menariknya, prestasi ini diraih saat kategori secara keseluruhan justru mengalami penurunan penjualan.
Dalam setahun terakhir, Tiba Tempeh menyumbang nilai penjualan ritel sebesar £1,2 juta. Hal ini sejalan dengan temuan riset Mintel yang menunjukkan 4 dari 10 konsumen Inggris berusaha mengurangi konsumsi daging. Namun, sebanyak 68% menyatakan kekhawatiran terhadap alternatif daging yang dianggap terlalu “tinggi proses.”
Co-founder Ross Longton mengatakan, “Kami bangga menjadi brand dengan pertumbuhan tercepat di kategori daging nabati dingin di Inggris, memenuhi permintaan konsumen akan produk yang lebih alami dan bergizi.
Investasi ini akan membantu kami mempercepat pertumbuhan dan mendukung misi kami menciptakan dunia yang lebih sehat lewat makanan nabati yang lezat, alami, dan berkelanjutan.”
Ekspansi ke Retail Besar dan Pasar Eropa
Dalam beberapa bulan terakhir, Tiba Tempeh berhasil memperluas distribusinya ke jaringan ritel besar di Inggris seperti Sainsbury’s, Morrisons, dan Ocado.
Tak hanya di dalam negeri, brand ini juga melakukan ekspansi ke pasar internasional dengan meluncur di Spanyol dan Prancis. Produk Tiba Tempeh kini sudah tersedia di beberapa supermarket terkemuka seperti Carrefour.
Dengan dukungan investasi segar, Tiba Tempeh berharap bisa semakin memperkuat posisinya di pasar alternatif daging yang tengah berevolusi, sekaligus mendorong konsumen untuk memilih produk nabati yang lebih alami dan bernutrisi.