Heboh, Ada Robot Militer Jadi DJ di Klub Malam
Robot AI Phantom, yang awalnya dirancang untuk militer, kini tampil sebagai DJ di klub malam San Francisco. Apakah ini masa depan industri hiburan?
San Francisco yang dikenal sebagai pusat teknologi kembali membuat kejutan. Sebuah robot humanoid berbasis AI bernama Phantom tampil sebagai DJ di Temple Nightclub, meninggalkan fungsinya sebagai robot militer dan beralih ke dunia hiburan.
Phantom, yang dikembangkan oleh Foundation Robotics Lab, awalnya dirancang untuk keperluan pertahanan nasional.
Namun, pada akhir pekan lalu, robot ini mengendalikan dek musik elektronik dalam sebuah acara bertajuk "GigaParty", sebuah perayaan 25 tahun pertama abad ke-21 dengan visi masa depan 75 tahun ke depan.
Acara ini menarik perhatian banyak orang dengan harga tiket mulai dari USD35 hingga USD3.000, dan para tamu disuguhi pengalaman unik melihat robot menghibur mereka.
Robot Militer yang Beralih Profesi
Foundation Robotics Lab mengklaim bahwa Phantom bukan sekadar robot biasa. Perusahaan ini merancang humanoid untuk kebutuhan militer AS, berbeda dengan Boston Dynamics yang melarang penggunaan teknologinya untuk senjata.
"Kami percaya humanoid akan menjadi elemen penting dalam perang masa depan," ujar Mike LeBlanc, salah satu pendiri Foundation Robotics Lab dikutip dari Futurism, Senin (10/2).
Meski dirancang untuk keperluan militer, Phantom belum digunakan dalam pertempuran. Saat ini, robot tersebut lebih sering ditugaskan untuk pemeliharaan pesawat dan pengisian bahan bakar di lokasi terpencil.
Namun, LeBlanc menegaskan bahwa kemunculan Phantom sebagai DJ bukanlah sekadar hiburan, melainkan sebuah misi diplomasi budaya untuk memperkenalkan teknologi humanoid kepada masyarakat.
Kemunculan robot sebagai DJ di klub malam jelas menghadirkan perdebatan. Apakah ini sekadar hiburan atau awal dari era baru di mana robot mulai menggantikan peran manusia dalam industri kreatif?
Terlepas dari itu, satu hal yang pasti: kehadiran Phantom di klub malam San Francisco membuktikan bahwa AI dan robotika terus berkembang ke arah yang tidak terduga.