Centratama dan Surge Kerja Sama Optimalkan Infrastruktur Jaringan Internet
Melalui kerja sama ini, Surge akan memperluas jangkauan layanannya dengan memanfaatkan menara dan infrastruktur milik Centratama.
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (“Centratama”), anak perusahaan dari EdgePoint Infrastructure (“EdgePoint”), resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (“Surge”) untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur jaringan dan layanan telekomunikasi.
Melalui kerja sama ini, Surge akan memperluas jangkauan layanannya dengan memanfaatkan menara dan infrastruktur milik Centratama di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan stabilitas serta kualitas konektivitas internet bagi masyarakat.
Selain itu, pihaknya akan memanfaatkan layanan co-location dan jaringan serat optik (FO) dari Centratama untuk mengembangkan layanan Akses Nirkabel Tetap (Fixed Wireless Access/FWA).
Kemitraan ini mencakup penerapan koneksi local loop ke Network Access Point (NAP), penyediaan akses internet, transit IP, serta layanan konten pendukung lainnya.
“Dengan memadukan infrastruktur kami yang memiliki jangkauan luas dan keunggulan broadband milik Surge, kami optimistis dapat mempercepat pemerataan koneksi internet yang berkualitas tinggi di seluruh negeri,” ujar Raymond Yan, Chief Executive Officer Centratama dalam keterangannya, Selasa (27/10).
Sementara, Yune Marketatmo, Chief Executive Officer Surge, mengatakan, kemitraan dengan Centratama ini bukan sekadar membangun jaringan, tetapi membangun masa depan Indonesia.
“Kami meyakini bahwa kita dapat mencapai kemajuan apabila teknologi dapat memberdayakan masyarakat. Teknologi harus mampu membantu para siswa agar dapat dapat belajar tanpa hambatan, membantu pemilik toko agar dapat berjualan, membantu klinik agar mampu memberikan layanan yang lebih baik, dan membantu pengusaha kecil agar mampu berkembang,” jelasnya.
Saat ini, EdgePoint Infrastructure memiliki lebih dari 16.000 lokasi menara dalam portofolio perusahaan yang telah beroperasi di Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Dari angka tersebut, Centratama mengelola sekitar 11.000 menara.