Cara Meta Hapus 12 Juta Akun Penipuan Online
Meta, yang diwakili oleh Nathaniel Gleicher dan Maxime Prades, menjelaskan langkah-langkah mereka untuk mengatasi sindikat penipuan siber.
Meta semakin berkomitmen dalam upaya melawan sindikat penipuan siber di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini disampaikan oleh perusahaan pada acara APAC Press Briefing yang berjudul Meta's Anti-Scams Efforts, yang berlangsung pada Senin (1/9/2025).
Nathaniel Gleicher, yang menjabat sebagai Global Head of Security Policy and Counterfraud, bersama Maxime Prades, Direktur Manajemen Produk, mengungkapkan bahwa Meta telah mengambil tindakan tegas untuk mengurangi tingkat penipuan di platformnya, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Nathaniel menyebutkan bahwa sindikat penipuan di Asia Tenggara merupakan yang paling mengkhawatirkan, dengan pendapatan ilegal tahunan mencapai USD40 miliar atau sekitar Rp656 triliun.
Banyak dari sindikat ini juga terlibat dalam praktik kerja paksa atau perbudakan modern, di mana lebih dari 300.000 orang terpaksa terlibat dalam penipuan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa dalam setiap kasus penipuan, terdapat dua jenis korban: mereka yang ditipu dan mereka yang terpaksa menipu.
"Sering kali kami menemukan sindikat penipuan ini beroperasi di beberapa lokasi di Asia Tenggara, di mana mereka melakukan aksi penipuan yang sangat berbahaya dan kriminal di dunia," jelas Gleicher.
Ia juga menambahkan bahwa hingga tahun ini, Meta telah menghapus sekitar 12 juta akun palsu yang terhubung dengan sindikat tersebut di seluruh platform Meta.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Meta untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi penggunanya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat menurunkan angka penipuan dan melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan.
Pakai Facial Recognition
Maxime Prades, Direktur Manajemen Produk di Meta, memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai pembaruan produk yang telah diperkenalkan untuk menghadapi tindakan penipuan.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan teknologi pengenalan wajah yang berfungsi untuk mendeteksi dan memblokir iklan penipuan yang menggunakan gambar figur publik atau selebriti.
Dengan penerapan teknologi ini, tingkat deteksi iklan palsu meningkat hingga 100 persen pada periode Juni-Juli 2025.
Selain itu, Maxime juga memperkenalkan metrik baru yang disebut Scam Reports per Million Views (SRMV) untuk mengukur seberapa sering penipuan iklan terjadi.
"Terjadi penurunan laporan penipuan iklan sebesar 60 persen secara global dalam setahun terakhir. Ini menunjukkan upaya Meta dalam melawan penipuan siber cukup efektif," ungkap dia.
Di samping itu, pada 2024, perusahaan berhasil menghapus sebanyak 157 juta iklan penipuan, dengan catatan bahwa 90 persen dari jumlah tersebut dihapus secara proaktif sebelum adanya laporan dari pengguna. Hal ini menunjukkan komitmen Meta untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi penggunanya.
Dampak nyata
Meta menyadari bahwa penipuan siber merupakan masalah yang melibatkan seluruh masyarakat dan tidak dapat diatasi secara individu. Oleh karena itu, mereka memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Google dan Microsoft melalui inisiatif Global Signal Exchange.
Program ini memungkinkan pertukaran sinyal intelijen yang bertujuan untuk mendeteksi ancaman lebih awal.
Sebagai hasil dari upaya ini, terjadi penurunan hampir 50 persen dalam kasus kompromi akun di Facebook dan lebih dari 40 persen di Instagram pada kuartal terakhir.
Selain itu, perusahaan teknologi besar tersebut juga bekerja sama dengan sektor perbankan melalui program Fraud Intelligence Reciprocal Exchange (FIRE), yang memungkinkan bank dan lembaga keuangan untuk berbagi informasi guna melacak aktivitas penipuan.
Sebagai contoh, sinyal yang diterima dari Australia berhasil mengidentifikasi dan menghapus 3.000 profil, grup, dan halaman yang terkait dengan operasi money mule yang besar.
Kerja sama dengan pemerintah dan pendidikan bagi pengguna
Perusahaan juga aktif menjalin kolaborasi yang kuat dengan pemerintah, termasuk Kepolisian Singapura dan GovTech, untuk bertukar informasi mengenai URL yang terkait dengan penipuan dan phishing.
Melalui kerjasama ini, Meta berhasil mengambil tindakan terhadap lebih dari 17.000 aset yang melanggar ketentuan yang ada.
Selain itu, Meta juga berupaya memberikan edukasi kepada pengguna melalui kampanye seperti "Is This Legit" yang telah menjangkau lebih dari 43 juta individu.
Nathaniel menekankan bahwa pendekatan yang paling efektif adalah mengintegrasikan teknologi platform, kolaborasi antar sektor, dan edukasi untuk terus membatasi ruang gerak para pelaku penipuan.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa penipuan akan tetap ada selama para pelaku tidak mendapatkan konsekuensi hukum yang jelas.