Asia Tenggara Jadi Pabrik Akun Penipuan WhatsApp, Modusnya Investasi Instan Langsung Kaya

Modus yang digunakan mencakup investasi kripto palsu, skema piramida “cepat kaya”.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Asia Tenggara Jadi Pabrik Akun Penipuan WhatsApp, Modusnya Investasi Instan Langsung Kaya
Cara Menyadap WA Suami Jarak Jauh Tanpa Aplikasi dengan Whatsapp Web (@ 2025 merdeka.com)

Meta mengumumkan telah menutup hampir 7 juta akun WhatsApp yang terhubung dengan aktivitas penipuan sepanjang paruh pertama tahun 2025.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan pengguna dari berbagai modus kejahatan digital yang kian marak.

“Tim kami mengidentifikasi akun-akun tersebut dan menonaktifkannya sebelum organisasi kriminal yang membuatnya dapat menggunakannya,” ujar Direktur Urusan Eksternal WhatsApp, Clair Deevy, dalam pernyataan resmi dikutip Channel News Asia, Jumat (8/8).

Menurut Meta, sebagian besar akun yang diblokir tersebut beroperasi dari pusat-pusat penipuan di Asia Tenggara.

Modus yang digunakan mencakup investasi kripto palsu, skema piramida “cepat kaya”, hingga tipu daya yang memanfaatkan rasa takut korban untuk segera mengirim uang.

Perusahaan juga mengungkapkan, WhatsApp bekerja sama dengan OpenAI untuk menghentikan penipuan yang dilacak ke Kamboja, di mana pelaku menggunakan ChatGPT untuk membuat pesan teks berisi tautan menuju obrolan WhatsApp yang dirancang untuk menjebak korban.

Mulai Selasa (5/8), Meta juga menghadirkan fitur safety overviews di WhatsApp. Fitur ini memberikan informasi singkat tentang grup obrolan, tips mengenali penipuan, serta opsi keluar cepat, khususnya saat pengguna dimasukkan ke grup oleh orang tak dikenal.

“Kita semua pernah mengalami situasi di mana seseorang yang tidak dikenal mencoba mengirim pesan atau menambahkan kita ke grup, menjanjikan investasi berisiko rendah, menawarkan uang cepat, atau mengklaim ada tagihan yang belum dibayar,” tulis Meta dalam blog resminya.

“Kenyataannya, ini sering kali adalah penipu yang mencoba memanfaatkan kebaikan hati, rasa percaya, atau rasa takut korban.”

Meta menegaskan akan terus meningkatkan sistem deteksi dini dan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk memutus rantai penipuan digital yang merugikan jutaan pengguna di seluruh dunia.

Rekomendasi