Cara Baru Ilmuwan Temukan Jejak Alien di Mars
Para peneliti percaya bahwa endapan gipsum di Mars kemungkinan menyimpan jejak kehidupan mikroba yang pernah ada.
Para peneliti telah berhasil mengembangkan metode untuk mendeteksi jejak kehidupan purba di Mars. Dalam proses penelitian ini, mereka memanfaatkan fosil mikroba yang terawetkan dalam mineral sulfat.
Menarik untuk dicatat bahwa para ilmuwan percaya bahwa endapan gipsum di Mars kemungkinan menyimpan bukti adanya kehidupan mikroba di masa lalu. Temuan ini sejalan dengan kemunculan mikroorganisme pertama di Bumi yang terjadi sekitar empat miliar tahun yang lalu.
Melalui informasi yang dilansir dari SciTechDaily, Rabu (12/3), penelitian ini menunjukkan bahwa fosil mikroba dapat diidentifikasi dalam sampel gipsum atau mineral yang serupa dengan batuan sulfat yang ada di Mars.
Ini merupakan terobosan yang signifikan, karena menunjukkan bahwa teknik yang sama dapat diterapkan untuk mencari jejak kehidupan di Planet Merah.
Ketika air di Mars mengalami pengeringan, mineral seperti gipsum dan sulfat lainnya terbentuk akibat proses penguapan. Mineral-mineral ini berpotensi untuk mengawetkan jejak mikroba yang pernah ada di sana, mirip dengan fosil bakteri yang terperangkap dalam struktur mineral di Bumi.
Selanjutnya, para ilmuwan telah melakukan pengujian terhadap spektrometer massa bertenaga laser berukuran kecil yang dirancang khusus untuk misi luar angkasa. Alat ini berhasil mendeteksi fosil mikroba dalam endapan gipsum di Bumi, yang terbentuk dalam kondisi yang mirip dengan deposit sulfat di Mars.
Para peneliti juga menguji spektrometer tersebut pada formasi gipsum di Bumi yang terbentuk selama Krisis Salinitas Messinian, guna membuktikan efektivitas alat tersebut dalam mendeteksi fosil mikroba. Periode ini berlangsung ketika Laut Mediterania mengalami pengeringan akibat terputusnya hubungan dengan Samudra Atlantik.
Selama masa itu, gipsum dan mineral evaporit lainnya terbentuk dalam kondisi ekstrem yang menciptakan lingkungan ideal untuk pelestarian mikroba. Ini memberikan indikasi bahwa kondisi serupa di Mars mungkin juga menyimpan jejak kehidupan purba.
Para ilmuwan menggunakan spektrometer massa bertenaga laser, sebuah alat yang mampu menganalisis komposisi kimia sampel hingga skala mikrometer. Mereka mengambil sampel gipsum dari tambang Sidi Boutbal di Aljazair dan melakukan pemeriksaan dengan mikroskop optik.
Hasil analisis menunjukkan adanya filamen panjang yang berliku-liku dalam gipsum, yang sebelumnya diidentifikasi sebagai alga bentik atau sianobakteri.
Kini, struktur tersebut lebih mungkin merupakan bakteri pengoksidasi sulfur seperti Beggiatoa, yang dikenal mampu bertahan dalam lingkungan dengan kadar oksigen rendah, sesuai dengan kondisi yang diyakini pernah ada di Mars.
Penemuan ini mengindikasikan bahwa jika spektrometer yang sama digunakan di Mars dan berhasil menemukan tanah liat serta dolomit dalam gipsum Martian, maka hal ini bisa menjadi bukti yang kuat mengenai adanya kehidupan purba di planet tersebut.
Para ilmuwan juga merekomendasikan untuk melengkapi analisis ini dengan pencarian mineral lain yang terbentuk secara organik serta struktur filamen yang mirip dengan fosil mikroba. Langkah selanjutnya adalah mengintegrasikan metode ini ke dalam misi eksplorasi Mars yang direncanakan oleh NASA dan ESA.