Mars Ternyata Punya Lautan di Bawah Permukaannya, Ini Bukti Terbarunya
Temuan ini dapat membuka kemungkinan baru dalam pencarian kehidupan di planet Merah.
Para ilmuwan menemukan bukti baru yang mengindikasikan keberadaan lautan air cair tersembunyi di bawah permukaan Mars, berdasarkan data seismik dari misi InSight milik NASA.
Temuan ini dapat membuka kemungkinan baru dalam pencarian kehidupan dan mendukung eksplorasi manusia di Planet Merah.
Mengutip LiveScience, Selasa (13/5), penelitian yang dipublikasikan di jurnal National Science Review pada 25 April 2025 menunjukkan adanya lapisan dengan kecepatan rendah antara 5,4 hingga 8 kilometer di bawah permukaan Mars.
Lapisan tersebut memperlambat gelombang marsquake—gempa yang terjadi di Mars—menandakan keberadaan batuan berpori yang jenuh dengan air cair.
“Lapisan ini berpotensi menyimpan air dalam jumlah besar, cukup untuk menutupi seluruh permukaan Mars dengan kedalaman lebih dari 500 meter,” ujar Prof. Hrvoje Tkalčić dari Australian National University.
Ia menyebut volume air tersebut sebanding dengan yang tersimpan dalam lapisan es Antartika.
Bagi para ilmuwan, air cair adalah kunci kehidupan. Di Bumi, mikroorganisme dapat bertahan hidup di lingkungan bawah tanah yang gelap dan dingin, selama masih ada air. Dengan asumsi kondisi serupa di Mars, peluang ditemukannya bentuk kehidupan mikroba menjadi semakin masuk akal.
Tak hanya itu, temuan ini juga dinilai krusial bagi masa depan eksplorasi manusia. Air bisa diolah menjadi oksigen dan bahan bakar roket, serta menjadi sumber daya penting untuk habitat jangka panjang di Mars. Namun, mengebor hingga kedalaman 8 kilometer di planet lain masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan terobosan teknologi.
Sayangnya, temuan ini masih terbatas pada area pendaratan InSight. Para ilmuwan menyerukan perlunya penempatan lebih banyak alat seismik di berbagai wilayah Mars untuk memetakan secara luas distribusi air cair yang tersembunyi.
“Ini adalah langkah awal yang sangat menjanjikan untuk memahami sejarah geologi Mars dan mengevaluasi kemungkinan keberadaan kehidupan,” tambah Tkalčić.
Penemuan ini mendukung teori lama bahwa air yang dulunya mengalir di permukaan Mars tidak benar-benar hilang, melainkan tersimpan di bawah tanah. Jika dikonfirmasi, Mars bisa menjadi planet yang jauh lebih aktif secara geologis dan lebih ramah bagi kehidupan daripada yang diperkirakan sebelumnya.