Begini Ternyata Suara Albert Einstein saat "Dihidupkan" Lagi
ByteDance meluncurkan OmniHuman, AI revolusioner yang dapat mengubah satu foto dan audio menjadi video manusia realistis atau deepfake.
Teknologi AI semakin canggih, dan ByteDance, pemilik TikTok, baru saja mengungkapkan inovasi terbaru mereka: OmniHuman.
Dengan hanya satu foto dan rekaman suara, AI ini dapat menciptakan video realistis yang menampilkan gerakan dan ekspresi alami, bahkan "menghidupkan" tokoh terkenal seperti Albert Einstein.
Teknologi ini diungkap dalam makalah penelitian di arsip online arXiv dan menarik perhatian banyak pihak. OmniHuman diklaim mampu menghasilkan video berkualitas tinggi dengan gerakan tubuh dan tangan yang hampir tak bisa dibedakan dari manusia asli.
Albert Einstein "Berbicara"
Salah satu demonstrasi paling mengejutkan adalah video Albert Einstein yang tampak sedang berdiri di depan papan tulis, berbicara dengan ekspresi dan gestur alami.
Namun, suara yang digunakan bukan milik Einstein, melainkan dari pidato ilmuwan saraf Jaak Panksepp di acara TEDxRainier lebih dari satu dekade lalu.
Menurut ByteDance, OmniHuman memiliki keunggulan dibandingkan teknologi sebelumnya karena dapat bekerja dengan berbagai format gambar—baik potret, setengah badan, maupun seluruh tubuh.
Mengubah Cara Orang Berinteraksi
Profesor komunikasi dari University of Southern California, Freddy Tran Nager, mengakui bahwa teknologi ini sangat mengesankan.
Ia bahkan berspekulasi bahwa di masa depan, siswa bisa belajar matematika dari "Marilyn Monroe" atau mendengar sejarah langsung dari "Napoleon Bonaparte".
Namun, kehadiran teknologi ini juga menimbulkan kekhawatiran. Forbes berspekulasi bahwa ByteDance bisa saja menggantikan influencer manusia dengan AI.
"TikTok mungkin berpikir, 'Kami bisa buat konten sendiri tanpa manusia'," ujar Nager.
Dengan semakin canggihnya teknologi deepfake, batas antara realitas dan digital semakin kabur. OmniHuman mungkin membuka peluang baru di dunia hiburan dan edukasi, tetapi juga memunculkan tantangan etika terkait manipulasi video.
Seiring dengan perkembangan ini, peran regulasi dan kesadaran publik akan menjadi kunci untuk memastikan teknologi ini digunakan dengan bijak.