Astronom Temukan Galaksi Mirip Bima Sakti
Teori saat ini menunjukkan bahwa untuk sebuah galaksi agar teratur seperti Bima Sakti kita dibutuhkan waktu miliaran tahun evolusi.
Para astronom telah menemukan kembaran galaksi Bima Sakti yang terjauh dari yang pernah diamati. Galaksi cakram yang dinamakan REBELS-25 terlihat teratur, mirip dengan galaksi Bima Sakti saat ini.
Menurut informasi dari Live Science pada Jumat (10/10), REBELS-25 adalah galaksi cakram terjauh yang diketahui. Penemuan ini terjadi ketika alam semesta baru berusia sekitar 700 juta tahun, yang berarti kembaran ini terbentuk 700 juta tahun setelah peristiwa Big Bang.
Penemuan galaksi ini menantang teori yang ada mengenai pembentukan galaksi. Struktur yang teratur dan rotasi yang kuat dari REBELS-25 memberikan wawasan baru mengenai evolusi galaksi di awal Alam Semesta.
Observasi mendalam menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chili telah memungkinkan para peneliti untuk mengonfirmasi karakteristik unik dari galaksi cakram ini. Dalam teori pembentukan galaksi, diharapkan galaksi melewati proses panjang untuk menciptakan struktur yang stabil.
Galaksi muda biasanya memiliki bentuk yang tidak teratur, kemudian bertransformasi menjadi bentuk yang lebih halus dalam waktu yang sangat lama. Teori saat ini menyatakan bahwa untuk mencapai keteraturan seperti Bima Sakti, dibutuhkan miliaran tahun evolusi. Namun, penemuan REBELS-25 menggugurkan teori tersebut.
Rotasi dan struktur galaksi ini diungkap melalui kolaborasi antara Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) dan European Southern Observatory (ESO). Dalam studi yang diterima untuk publikasi di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, astronom mengidentifikasi REBELS-25 sebagai galaksi cakram berputar terkuat dan terjauh yang pernah ditemukan.
Cahaya yang kita lihat dari galaksi ini berasal dari saat Alam Semesta berusia 700 juta tahun, yang hanya lima persen dari usia saat ini (13,8 miliar tahun), sehingga rotasi teratur REBELS-25 sangat mengejutkan. REBELS-25 pertama kali terdeteksi dalam pengamatan sebelumnya oleh tim yang sama menggunakan ALMA.
Pada saat itu, penemuan ini menggembirakan dan menunjukkan tanda-tanda rotasi, meskipun resolusi data tidak cukup baik untuk memastikan. Secara mengejutkan, data juga menunjukkan fitur yang lebih berkembang yang mirip dengan Bima Sakti, seperti batang memanjang di pusatnya dan lengan spiral.