Inkathazo, Galaksi Raksasa yang Ukurannya 32 Kali dari Bima Sakti
Galaksi yang dikenal sebagai "Inkathazo" memiliki arti "masalah" dalam bahasa isiXhosa dan isiZulu di Afrika Selatan.
Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta. Baru-baru ini, para peneliti menemukan galaksi radio raksasa yang ukurannya mencapai 32 kali lipat dari Bima Sakti.
Galaksi ini dinamakan "Inkathazo," yang dalam bahasa isiXhosa dan isiZulu di Afrika Selatan berarti "masalah."
Nama ini diberikan karena ilmuwan mengalami kesulitan dalam memahami fisika yang terjadi di dalam galaksi tersebut.
Menurut laporan dari Live Science pada Jumat (7/2), galaksi Inkathazo terdeteksi berkat teleskop radio MeerKAT yang berada di Afrika Selatan.
Panjang pancaran plasma dari galaksi ini mencapai 3,3 juta tahun cahaya dari ujung ke ujung, menjadikannya 32 kali lebih besar dibandingkan Bima Sakti.
Para ilmuwan, termasuk tim yang melakukan penelitian ini, menghadapi tantangan dalam memahami bagaimana Inkathazo bisa berkembang hingga sebesar itu.
Hal ini disebabkan oleh karakteristiknya yang berbeda dari galaksi radio raksasa lainnya. Inkathazo menunjukkan beberapa keanehan dibandingkan dengan galaksi radio lain.
Umumnya, pancaran plasma dari lubang hitam dalam galaksi radio berbentuk lurus, namun salah satu pancaran plasma dari Inkathazo justru melengkung.
Selain itu, galaksi ini terletak di pusat gugus galaksi, berbeda dengan kebanyakan galaksi radio raksasa lainnya yang berada di area yang lebih sepi.
Keberadaan Inkathazo di lingkungan yang padat ini seharusnya menghambat pertumbuhan pancaran plasma, tetapi kenyataannya, Inkathazo terus mengalami pembesaran.
Posisi Inkathazo di tengah gugus galaksi menimbulkan pertanyaan baru mengenai bagaimana interaksi lingkungan dapat memengaruhi pertumbuhan dan evolusi galaksi radio raksasa.
Teleskop MeerKAT telah memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk membuat peta spektral resolusi tinggi dari Inkathazo, yang memungkinkan mereka untuk melacak usia plasma di berbagai bagiannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elektron di dalam pancaran plasma memperoleh energi tambahan secara tak terduga.
Kemungkinan besar, ini terjadi ketika pancaran tersebut bertabrakan dengan gas panas yang berada di antara galaksi dalam gugus tersebut.
Teleskop MeerKAT
Teleskop MeerKAT, yang berlokasi di kawasan Karoo, Afrika Selatan, terdiri dari 64 piringan radio dan dioperasikan oleh South African Radio Astronomy Observatory.
Proyek ini merupakan langkah awal dari Square Kilometre Array (SKA), yang diperkirakan akan menjadi teleskop terbesar di dunia saat mulai beroperasi pada tahun 2028.
Sejak mulai berfungsi pada tahun 2018, MeerKAT telah berperan penting dalam mengungkap berbagai misteri di langit selatan, termasuk penemuan tiga galaksi radio raksasa dalam area kecil langit yang dikenal dengan nama "COSMOS field."
COSMOS adalah wilayah yang setara dengan lima kali ukuran bulan purnama dan menjadi lokasi penelitian untuk salah satu survei astronomi paling mutakhir, yaitu International Gigahertz Tiered Extragalactic Exploration (MIGHTEE).
Galaksi Radio merupakan jenis galaksi yang memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Lubang hitam ini memiliki massa yang mencapai jutaan hingga miliaran kali lipat dari massa matahari, dan mampu membengkokkan ruang-waktu di sekitarnya.
Beberapa galaksi memiliki gas antar bintang yang berputar dan tertarik ke dalam lubang hitam tersebut. Proses ini menghasilkan gesekan dan energi yang sangat besar, sehingga memancarkan cahaya dalam berbagai panjang gelombang.
Dalam beberapa kasus, lubang hitam juga melepaskan semburan plasma yang dapat menjangkau jutaan tahun cahaya ke luar angkasa.
Plasma ini sangat panas dan mengandung partikel-partikel elektron yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Oleh karena pancaran ini dapat dideteksi dalam gelombang radio, galaksi-galaksi yang memancarkan fenomena ini disebut sebagai galaksi radio.