Ahli Astronomi Temukan Galaksi Baru Mirip Rangkaian Mutiara, Lokasi Dekat dari Bumi
Galaksi-galaksi tersebut tampak tersusun dalam formasi yang hampir ideal.
Galaksi adalah struktur luar angkasa yang terdiri dari ratusan hingga miliaran bintang, gas, debu, dan material padat seperti logam. Di alam semesta ini, Galaksi Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada. Baru-baru ini, astronom telah menemukan kelompok menarik yang terdiri dari lima galaksi kerdil yang terletak relatif dekat dengan Bumi.
Penemuan ini menunjukkan betapa dinamisnya alam semesta serta bagaimana pembentukan galaksi dapat memberikan pemahaman baru tentang asal-usul kosmos. Penelitian mengenai hal ini telah dipublikasikan dalam The Astrophysical Journal Letters pada November 2024. Galaksi-galaksi tersebut terlihat tersusun dalam formasi yang hampir sempurna, menyerupai deretan mutiara di angkasa.
Dilansir Live Science, Jumat (17/1), galaksi-galaksi ini diberi kode D1 hingga D5. Objek-objek antariksa ini terikat oleh gravitasi dan tampak bergerak secara harmonis. Beberapa di antaranya bahkan terlibat dalam "tarikan kosmis" yang kuat, saling menarik gas dan bintang satu sama lain.
Penemuan galaksi-galaksi ini menarik perhatian astronom karena mereka sangat aktif dalam membentuk bintang baru meskipun ukurannya kecil dan redup. Galaksi-galaksi kerdil (dwarf) umumnya memiliki massa yang rendah dan sedikit populasi bintang, sehingga membuatnya terlihat redup. Kelompok ini memiliki massa total sekitar 60,2 miliar massa matahari, jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bima Sakti yang memiliki massa setara 1,5 triliun matahari.
Galaksi terbesar dalam kelompok ini, D2, memiliki massa setara 275 juta massa matahari, sedangkan yang terkecil, D4, hanya memiliki massa 14,7 juta massa matahari. Penemuan lima galaksi kerdil yang berdekatan ini sangat langka, karena kurang dari 5 persen galaksi kerdil memiliki galaksi pendamping yang dekat. Peluang untuk menemukan kelompok seperti ini diperkirakan hanya sekitar 0,004 persen. Menariknya, tiga galaksi dalam kelompok ini (D1, D2, dan D5) memiliki arah rotasi yang sama, seolah-olah mereka sedang menari dengan sinkron. Dua galaksi lainnya tampak saling berinteraksi melalui tarikan gravitasi, menciptakan "ekor pasang surut" yang terdiri dari gas dan bintang yang terlihat jelas.
Galaksi Kecil
Galaksi kerdil merupakan tipe galaksi yang memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan galaksi-galaksi besar seperti Bima Sakti dan Andromeda. Biasanya, galaksi kerdil memiliki jumlah bintang yang jauh lebih sedikit, dengan total massa berkisar antara jutaan hingga miliaran bintang, sementara galaksi besar dapat memiliki ratusan miliar bintang.
Beberapa astronom sering menyebut galaksi kerdil sebagai "fosil" dari masa awal alam semesta. Penelitian mengenai galaksi kerdil sangat penting untuk membantu ilmuwan memahami proses pembentukan galaksi pertama. Selain itu, galaksi kerdil juga memiliki rasio materi gelap yang tinggi dibandingkan bintang, menjadikannya sebagai laboratorium alami untuk mempelajari sifat-sifat materi gelap.
Banyak galaksi kerdil berfungsi sebagai galaksi satelit yang mengorbit galaksi besar. Interaksi gravitasi antara galaksi kerdil dan galaksi besar dapat memicu pembentukan bintang baru serta mempengaruhi struktur galaksi induk.