Ilmuwan Berhasil Kumpulkan Foto-foto Luar Biasa Andromeda
Diperkirakan bahwa jumlah total bintang di galaksi Andromeda mencapai satu triliun.
Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA telah berhasil menangkap gambar paling rinci dari galaksi Andromeda. Gambar ini memberikan wawasan baru mengenai sejarah evolusi galaksi tetangga Bima Sakti dan perbedaannya dengan galaksi kita.
Penelitian yang melibatkan pemotretan ini berlangsung lebih dari satu dekade, sehingga menghasilkan panorama lengkap dari Andromeda.
Gambar yang luar biasa ini memberikan informasi baru tentang usia, struktur, dan komposisi bintang-bintangnya. Berdasarkan laporan dari SciTechDaily pada Minggu (2/2), Hubble telah menyelesaikan survei mendetail mengenai Andromeda.
Data yang diperoleh mengungkapkan perbedaan signifikan antara evolusi galaksi ini dan Bima Sakti. Temuan tersebut dipresentasikan oleh astronom dari University of Washington pada 16 Januari 2025 dalam sebuah konferensi di Maryland yang diadakan oleh American Astronomical Society.
Penelitian ini juga diterbitkan di The Astrophysical Journal pada hari yang sama. Hubble mampu mendeteksi lebih dari 200 juta bintang di Andromeda, meskipun hanya bintang yang lebih terang dari matahari yang terdeteksi.
Diperkirakan, total populasi bintang di Andromeda mencapai satu triliun, dengan banyak bintang bermassa kecil yang berada di luar jangkauan Hubble.
Misi ini merupakan tantangan besar bagi Hubble karena ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan galaksi yang biasanya diamati, yang umumnya berjarak miliaran tahun cahaya.
Untuk mendapatkan foto panorama ini, Hubble membutuhkan lebih dari 1.000 orbit selama lebih dari satu dekade. Proyek ini dimulai melalui program Panchromatic Hubble Andromeda Treasury, yang memotret bagian utara Andromeda dalam berbagai panjang gelombang, termasuk ultraviolet, tampak, dan inframerah-dekat.
Selanjutnya, program Panchromatic Hubble Andromeda Southern Treasury menambahkan gambar dari sekitar 100 juta bintang di bagian selatan galaksi.
Hasil akhirnya adalah citra gabungan yang mencakup seluruh cakram Andromeda, yang terlihat hampir dari samping dengan kemiringan 77 derajat dari perspektif Bumi.
Untuk menyusun mosaik ini, diperlukan sekitar 600 bidang pandang terpisah dengan resolusi mencapai 2,5 miliar piksel. Perbedaan antara bagian utara dan selatan Andromeda menjadi sangat jelas dalam gambar baru ini.
Hasil penelitian ini memberikan informasi penting tentang usia bintang, kandungan elemen berat, dan massa bintang di Andromeda. Dengan data ini, para astronom dapat menganalisis berbagai skenario merger yang mungkin telah terjadi dalam sejarah Andromeda.
Sejarah Perkembangan yang Berbeda
Meskipun Bima Sakti dan Andromeda terbentuk bersamaan miliaran tahun yang lalu, pengamatan menunjukkan bahwa keduanya memiliki jalur evolusi yang sangat berbeda.
Andromeda memiliki populasi bintang muda yang lebih banyak serta fitur unik seperti aliran bintang yang terus-menerus. Ini menandakan adanya sejarah pembentukan bintang dan interaksi yang lebih aktif dibandingkan dengan Bima Sakti.
Menurut informasi yang dirilis oleh NASA pada Jumat (31/01/2025), Andromeda juga dikenal sebagai M31 atau Messier 31. Galaksi ini dikelilingi oleh 14 galaksi kerdil, termasuk M3, M110, dan M33 (Galaksi Triangulum).
Galaksi Andromeda memiliki bentuk spiral dengan diameter mencapai 220.000 tahun cahaya. Jarak galaksi ini dari Bumi adalah sekitar 2,54 juta tahun cahaya.
Selain itu, Andromeda juga memiliki banyak nukleus ganda dan terdapat lubang hitam supermasif yang tersembunyi di pusatnya.
Saat ini, Andromeda bergerak menuju Galaksi Bima Sakti dengan kecepatan antara 100 hingga 140 kilometer per detik. Diperkirakan, dalam waktu sekitar 4,5 milyar tahun lagi, Galaksi Andromeda akan bertabrakan dengan Galaksi Bima Sakti.