Hasil Penelitian Pastikan Inti Bulan Berbentuk Padat Mirip Besi
Tim peneliti memanfaatkan berbagai data misi antariksa serta pengukuran jarak laser bulan.
Hasil studi yang diterbitkan pada Mei 2023 mengkonfirmasi bahwa inti dalam bulan merupakan bola padat dengan kepadatan menyerupai besi. Para peneliti berharap temuan ini dapat mengakhiri perdebatan panjang tentang apakah inti bulan berwujud padat atau cair, sekaligus memperdalam pemahaman terkait sejarah bulan dan sejarah Tata Surya.
Tim peneliti yang dipimpin astronom Arthur Briaud dari pusat penelitian Ilmiah Nasional Prancis memanfaatkan berbagai data misi antariksa serta pengukuran jarak laser bulan. Mereka menyusun profil karakteristik Bulan, mulai dari deformasi akibat tarikan gravitasi Bumi, variasi jarak Bulan, hingga kepadatan.
Data tersebut kemudian dipadukan dengan pemodelan sejumlah skenario inti. Hasilnya, model terbaik menunjukkan adanya sirkulasi mantel, yaitu perpindahan material padat ke pusat dan material lebih ringan menuju permukaan dan yang sebelumnya telah lama diusulkan untuk menjelaskan keberadaan unsur tertentu di wilayah vulkanik bulan. Demikian dilansir ScienceAlert, Jumat (14/11/2025).
Inti Padat dengan Kepadatan Mirip Besi
Model Briaud mengungkap bahwa struktur inti bulan mirip dengan bumi dan lapisan luar cair yang membungkus inti dalam padat. Inti luar diperkirakan memiliki radius 362 kilometer, sementara inti dalam sekitar 258 kilometer, atau 15 persen dari total radius bulan.
Kerapatan inti dalam mencapai 7.822 kilogram per meter kubik, hampir setara dengan besi. Temuan ini menguatkan hasil studi 2011 oleh ilmuwan NASA, Renee Weber, yang juga mendeteksi inti padat melalui teknik seismologi pada data misi Apollo.
Dampak terhadap Pemahaman Evolusi Bulan
Konfirmasi inti padat memberi gambaran lebih jelas tentang proses hilangnya medan magnet bulan. Diketahui, bulan pernah memiliki medan magnet kuat yang melemah sekitar 3,2 miliar tahun lalu.
Karakter inti sangat berpengaruh terhadap bagaimana medan magnet itu terbentuk dan kemudian memudar.
Seiring dengan kembalinya manusia ke bulan dalam beberapa tahun mendatang, para ilmuwan berharap misi baru akan menyediakan data seismik yang lebih akurat. Dengan begitu, struktur interior bulan dapat diuji langsung dan dipahami lebih mendalam.
Reporter Magang: Ahmad Subayu