Kata Ilmuwan, Inti Bulan Ternyata Padat dan Mirip Besi
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa inti Bulan padat dengan densitas yang mirip besi, memberikan wawasan baru tentang sejarah Bulan dan evolusi tata surya.
Tim peneliti yang dipimpin oleh astronom Arthur Briaud dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis menyatakan bahwa hasil penelitian mereka mendukung teori adanya inti padat di dalam Bulan.
"Temuan kami mempertanyakan evolusi medan magnet Bulan," tulis mereka dikutip ScienceAlert, Jumat (23/8).
Selama ini, komposisi dalam objek di tata surya paling efektif dipelajari melalui data seismik. Data seismik yang dikumpulkan oleh misi Apollo memiliki resolusi yang terlalu rendah untuk menentukan dengan pasti keadaan inti dalam Bulan.
Namun, dengan data dari misi luar angkasa dan eksperimen pelacakan laser lunar, tim peneliti berhasil menyusun profil berbagai karakteristik Bulan, termasuk deformasi akibat interaksi gravitasi dengan Bumi, variasi jarak dari Bumi, dan densitasnya.
Setelah memodelkan berbagai tipe inti, para peneliti menemukan bahwa inti Bulan sangat mirip dengan inti Bumi, dengan lapisan luar cair dan inti dalam padat. Menurut model mereka, inti luar memiliki radius sekitar 362 kilometer, sedangkan inti dalam memiliki radius sekitar 258 kilometer.
Inti dalam ini memiliki densitas sekitar 7.822 kilogram per meter kubik, yang sangat mendekati densitas besi. Hasil ini memperkuat temuan serupa dari penelitian NASA pada tahun 2011, yang juga mengindikasikan adanya inti dalam padat di Bulan.
Studi terbaru ini memberikan bukti kuat tentang kesamaan inti Bulan dengan Bumi, yang memiliki implikasi penting bagi evolusi Bulan, termasuk hilangnya medan magnet kuat yang dimilikinya sekitar 3,2 miliar tahun yang lalu. Dengan rencana manusia untuk kembali ke Bulan dalam waktu dekat, mungkin tidak lama lagi kita akan mendapatkan verifikasi seismik atas temuan ini.