Waspada Katarak pada Anak, Kenali Penyebab dan Tanda Awalnya
Jika anak tidak menunjukkan respons terhadap mainan atau cahaya, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Anak-anak juga dapat mengalami katarak, yaitu suatu kondisi di mana lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh. Akibatnya, penglihatan mereka dapat menjadi buram, kabur, atau bahkan tampak berbayang. Menurut dokter spesialis mata, Friska D. Anggriany, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan katarak pada anak.
"Katarak yang terjadi pada anak umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Jadi, biasanya ada riwayat keluarga yang mengalami katarak sejak bayi," ungkap Friska. Namun, ada juga kasus di mana katarak pada anak disebabkan oleh infeksi yang dialami ibu saat mengandung. Friska menjelaskan bahwa infeksi seperti toksoplasmosis, rubela, campak, cacar, atau herpes dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam kandungan, yang kemudian mengakibatkan bayi terinfeksi dan mengalami katarak sejak lahir.
Pada bayi dan anak, gejala katarak dapat dikenali dari ketidakfokusan penglihatan mereka. Misalnya, jika bayi atau anak tidak merespons ketika dipanggil namanya atau tidak bereaksi saat cahaya senter diarahkan ke matanya. Friska mengingatkan orangtua untuk lebih waspada jika mereka melihat tanda-tanda tersebut. Pada anak-anak yang sudah bersekolah, katarak dapat dikenali ketika mereka mengalami penglihatan buram, sehingga sulit untuk melihat dengan jelas dari barisan belakang kelas.
"Jika anak tersebut mengalami penurunan prestasi belajar, bisa jadi itu disebabkan oleh penglihatannya yang buram. Di kelas, guru biasanya dapat mengawasi anak yang sering maju ke depan dan tidak bisa duduk di barisan belakang. Ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka mengalami katarak," jelas Friska dalam bincang edukasi kesehatan di Rumah Sakit Santo Yusuf Bandung, yang ditulis pada Jumat (10/4/2026).
Mencegah Katarak pada Bayi dan Anak
Untuk mencegah terjadinya katarak pada anak, langkah pencegahan sebaiknya dilakukan sebelum ibu hamil.
"Sebaiknya memeriksakan diri apakah terjangkit penyakit tokso, apakah ada turbellaria (penyakit akibat cacing) ataupun sifat virus. Jadi ada screening sebelum kehamilan sehingga diketahui bahwa ibu tersebut betul-betul sudah sehat dan siap untuk hamil gitu," ungkap Friska. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi calon ibu agar dapat meminimalisir risiko penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan anak.
Friska menjelaskan bahwa pengobatan katarak saat ini belum dapat menyembuhkan sepenuhnya. Penggunaan kacamata pada penderita katarak hanya berfungsi untuk membantu melihat lebih jelas, namun tidak menghilangkan katarak itu sendiri. Satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi katarak adalah melalui operasi. Waktu yang tepat untuk melakukan operasi katarak harus ditentukan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
"Untuk bayi katarak yang sudah lahir sebaiknya dilakukan operasi segera jika memang kataraknya tersebut sudah sangat tebal ataupun menutupi satu lensa mata anak tersebut," tutur Friska.
Operasi katarak pada bayi sangat penting karena mata mereka berada dalam fase pertumbuhan. Jika katarak memiliki diameter lebih dari 3 mm, maka tindakan operasi menjadi wajib. Dengan demikian, penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu perkembangan penglihatan anak di masa depan.