Waspada! Dampak Doomscrolling Mengancam Kesehatan Mental: Pemicu Stres Hingga Gangguan Tidur
Kebiasaan 'doomscrolling' atau terus-menerus membuka media sosial dapat berdampak buruk pada kesehatan mental,dari peningkatan stres hingga gangguan tidur.
Di era digital ini, mendapatkan informasi menjadi semakin mudah dan cepat. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada kebiasaan yang tanpa sadar dapat mengancam kesehatan mental kita, yaitu doomscrolling. Apa itu doomscrolling dan mengapa kebiasaan ini berbahaya?
Doomscrolling adalah perilaku menggulir tanpa henti melalui berita-berita negatif di media sosial atau platform online lainnya. Istilah ini semakin populer sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, di mana orang-orang terpapar pada informasi yang menakutkan dan tidak pasti setiap harinya. Kebiasaan ini ternyata memiliki dampak yang signifikan terhadap kondisi psikologis seseorang.
Psikoterapis dan pelatih, Tess Brigham, MFT, menjelaskan bahwa doomscrolling adalah tindakan menggulir tanpa pikiran melalui artikel berita negatif, unggahan media sosial, atau platform berbagi konten lainnya. Intinya, membaca satu demi satu cerita negatif. Sebuah studi di Kanada bahkan menyebut fenomena ini sebagai “kepanikan media sosial”.
Dampak Negatif Doomscrolling pada Kesehatan Mental
Terus-menerus terpapar pada berita buruk dapat memicu respons fight or flight dalam tubuh, yang meningkatkan produksi hormon kortisol atau hormon stres. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kecemasan berlebihan, stres kronis, dan bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang sudah ada. Hal ini selaras dengan penelitian yang menyebutkan bahwa paparan berita negatif berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan mental.
Selain itu, doomscrolling sebelum tidur dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Hal ini dapat menyebabkan insomnia atau kualitas tidur yang buruk. Kurang tidur, pada gilirannya, dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan fisik secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.
Kebiasaan doomscrolling juga dapat menguras energi emosional seseorang, sehingga sulit untuk fokus pada pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat menurunkan produktivitas secara keseluruhan dan menyebabkan perasaan tidak berdaya. Penting untuk diingat bahwa kesehatan mental yang baik adalah kunci untuk produktivitas yang optimal.
Mengapa Orang Melakukan Doomscrolling?
Meskipun tahu bahwa doomscrolling berdampak buruk bagi kesehatan mental, mengapa orang tetap melakukannya? Brigham menjelaskan bahwa alasan utamanya adalah sebagai cara untuk merasa memegang kendali di dunia yang terasa tidak terkendali. Ada perasaan bahwa, “Jika saya tahu apa yang terjadi, saya bisa lebih siap ketika hal-hal buruk terjadi.”
Selain itu, manusia secara naluriah terprogram untuk bertahan hidup dan melihat hal-hal yang berpotensi membahayakan. Naluri ini membantu nenek moyang kita untuk bertahan hidup di masa lalu. Meskipun dunia saat ini sangat berbeda, kita masih memiliki dorongan untuk menjaga diri tetap aman, yang menurut kita dilakukan dengan membaca berita negatif.
Namun, penting untuk diingat bahwa paparan berita negatif yang berlebihan justru dapat memperburuk perasaan cemas dan tidak berdaya. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara yang lebih sehat untuk mengatasi kecemasan dan ketidakpastian.
Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling
Jika Anda merasa kesulitan untuk berhenti doomscrolling, ada beberapa tips yang dapat Anda coba. Pertama, sadari saat Anda mulai melakukannya dan segera alihkan perhatian Anda ke hal lain. Brigham menyarankan untuk mengalihkan perhatian ke hal lain di web atau cukup meletakkan ponsel Anda atau keluar dari komputer Anda.
Kedua, tetapkan batas waktu untuk penggunaan media sosial atau membaca berita online. Meskipun penting untuk tetap terinformasi, batasi diri Anda hanya 20 menit untuk menggulir. Ketiga, cari hal-hal positif untuk menggantikan berita negatif. Tonton sesuatu yang lucu, lihat foto keluarga, atau baca cerita tentang sesuatu yang baik di dunia.
Terakhir, latih rasa syukur. Fokus pada hal-hal yang Anda syukuri daripada hal-hal yang perlu Anda takuti. Dengan mempraktikkan rasa syukur, Anda dapat mengubah fokus Anda dari hal-hal negatif menjadi hal-hal positif dalam hidup Anda.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Jika Anda merasa kesulitan untuk mengendalikan kebiasaan doomscrolling Anda, terutama jika sudah berdampak pada kesehatan fisik atau mental Anda, segera konsultasikan dengan dokter atau psikolog. Mereka dapat membantu Anda mengidentifikasi penyebab doomscrolling Anda dan mengembangkan strategi untuk mengatasinya.
Doomscrolling adalah kebiasaan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan mental kita. Dengan memahami dampaknya dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikannya, kita dapat melindungi diri kita sendiri dari efek negatifnya dan meningkatkan kesejahteraan psikologis kita.