Sido Muncul Gandeng FK UNNES Perkuat Peran Obat Herbal dalam Pelayanan Kesehatan Formal
Sido Muncul gandeng FK UNNES dorong pemanfaatan obat herbal dalam mendukung layanan kesehatan formal di Indonesia.
Pemanfaatan tanaman obat telah menjadi tradisi yang hidup dan terus Bertahan di Indonesia. Dan kini, di era modern, warisan itu tak hanya dipelihara, tetapi juga dikembangkan. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat makin menguatkan kolaborasi untuk membawa jamu ke ranah yang lebih ilmiah.
Melalui proses saintifikasi yang berbasis penelitian dan pelayanan kesehatan, herbal tradisional Indonesia diharapkan bisa mendapat pengakuan lebih luas, tidak hanya sebagai budaya, tetapi juga sebagai solusi kesehatan yang diakui secara global.
Berkaitan dengan itu, guna makin menguatkan pemanfaatan obat herbal dalam dunia medis modern, Sido Muncul bersama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang menggelar Seminar Nasional Hybrid Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat di Auditorium FK UNNES, Selasa (2/9/2025).
Seminar tersebut diikuti oleh 250 peserta yang hadir secara daring dan luring.
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa seminar yang dilakukan di FK UNNES ditujukan untuk memperkenalkan obat-obatan herbal dalam pelayanan kesehatan formal.
Irwan juga menyebut, kerja sama antara Sido Muncul dengan FK UNNES tak sebatas seminar belaka, namun akan ada implementasi lanjutan untuk mengenalkan obat-obatan herbal.
“Setelah seminar, kami (Sido Muncul) akan memulai kerja sama riset dan berbagai kolaborasi lain terkait pengembangan obat herbal dengan dunia kedokteran,” ujarnya.
Selain itu, Irwan juga menyebut, seminar yang digelar di FK UNNES menjadi langkah literasi untuk tenaga medis mengenai obat herbal.
“Lewat seminar ini, kami memperkenalkan obat herbal agar para dokter memahami manfaatnya dan bisa memberikan kepada pasien,” sebutnya.
“Sama halnya dengan obat farmasi, tanpa dokter obat herbal juga tidak bisa berjalan maksimal. Karena itu, kami ingin menjadikan dokter sebagai partner,” jelas Irwan.
Langkah Agar Obat Herbal Diterima Dokter
Irwan mengungkapkan, Sido Muncul telah melakukan berbagai langkah agar obat herbal bisa diterima oleh dokter serta tenaga kesehatan lainnya.
“Pertama, kami membuat standardisasi produk agar kualitasnya terjamin. Kedua, memperkenalkan kepada dokter bahwa produk herbal ini baik. Dengan begitu, dokter bisa memberikan obat farmasi sekaligus obat herbal kepada pasien,” ungkapnya.
Selain itu, Irwan pun mengungkapkan, ke depan Sido Muncul akan menyusun buku kompendium agar bisa dimanfaatkan oleh para dokter.
“Kami juga tengah menyusun buku kompendium, yakni catatan riset tentang produk-produk herbal. Nantinya, buku ini bisa dipelajari dokter agar mereka memahami manfaat tiap bahan herbal,” ungkapnya.
“Kalau dokter sudah tahu, mereka akan lebih cepat memanfaatkannya dalam pelayanan kesehatan,” imbuh Irwan.
Jembatani Kesenjangan Informasi Terkait Obat Herbal
Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. S. Martono, M.Si, mengatakan bahwa seminar yang dilakukan oleh FK UNNES dengan Sido Muncul untuk menjembatani kesenjangan informasi terkait obat herbal.
“Harapannya, kegiatan ini mampu menjembatani kesenjangan informasi di masyarakat terkait fakta dan mitos mengenai obat herbal maupun obat kimia,” katanya.
“Seminar ini menjadi momen yang tepat untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa pemanfaatan obat herbal juga ada aturannya. Dari sisi akademik, seminar ini bisa menghadirkan solusi untuk meluruskan informasi yang kurang tepat,” jelas Martono.
Dirinya pun menyebut akan ada kerja sama lanjutan antara FK UNNES dengan Sido Muncul terkait pemanfaatan obat herbal.
“Kami berharap bisa bekerja sama dengan Sido Muncul dalam hal menghasilkan riset-riset obat herbal yang dapat dikolaborasikan dengan industri,” sebutnya.
Selaras dengan itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes berharap akan ada kolaborasi yang implementatif.
“Sivitas akademika Fakultas Kedokteran UNNES sudah banyak menghasilkan karya di bidang obat herbal, bahkan hingga tingkat fitofarmaka,” ujarnya.
“Namun, karena kami menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian), aspek komersialisasi atau lisensi perlu kolaborasi dengan industri serta dukungan pemerintah, khususnya dalam regulasi,” jelas Mahalul.
Selain itu, ia pun menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar pemanfaatan obat herbal biodiversitas terbesarnya kedua setelah Brasil, terutama dengan kekayaan hutan tropis.
“Karena itu, kami perlu berkolaborasi dengan pemerintah, industri, maupun perguruan tinggi dalam mengusulkan penelitian, khususnya di bidang obat herbal dan juga stem cell,” tegas Mahalul.
“Harapan kami, penelitian-penelitian tersebut bisa dihilirisasi menjadi produk nyata yang dapat dikomersialisasikan,” imbuhnya.
Sejalan dengan Misi BPOM
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri, S.Si., Apt., M.Farm. mengapresiasi seminar yang digelar Sido Muncul dan FK UNNES.
“Kegiatan ini sangat baik karena sejalan dengan misi BPOM, yaitu mendorong pemanfaatan obat bahan alam secara kolaboratif dengan konsep triple helix (Academia, Business, Government),” ujarnya.
Di sisi lain, Kashuri mengungkapkan, pemanfaatan obat herbal di Indonesia masih terbatas. Menurutnya, salah satu hambatan adalah kurangnya bukti ilmiah yang kuat.
“Inilah yang membuat sebagian tenaga medis masih ragu terhadap obat bahan alam. Karena itu, BPOM mendorong kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan menyediakan data ilmiah yang valid,” ungkapnya.
“Selain itu, kami juga terus mengedukasi tenaga medis dan masyarakat bahwa banyak bahan alam yang terbukti bermanfaat,” jelas Kashuri.
Dirinya pun mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda iklan yang bombastis atau berlebihan.
“Produk herbal yang sudah sesuai standar BPOM tentu promosi dan iklannya terkontrol, tidak mungkin menyesatkan,” ucap Kashuri.
Beri Tambahan Edukasi
Kepala UPTD Puskesmas Bugangan Kota Semarang, dr. Sri Lestari, M.H., mengatakan bahwa seminar yang digelar Sido Muncul dan FK UNNES memberikan tambahan edukasi terkait pemanfaatan obat herbal.
“Seminar Obat Herbal ini bagus sekali, karena jujur kami sebagai tenaga medis jarang mendapatkan seminar tentang obat herbal ini,” katanya.
“Terutama bagi dokter, seminar ini memberikan tambahan edukasi yang bisa kami sampaikan kepada pasien terkait manfaat obat herbal,” jelas Sri.
Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, seminar tersebut dapat membantu tenaga medis guna memberikan masukan atau edukasi ke pasien terkait obat herbal.
“Dengan adanya seminar ini, kami mendapat tambahan ilmu untuk edukasi, penyampaian, maupun pendidikan kepada pasien terkait pemanfaatan obat herbal, baik saat sakit maupun untuk menjaga kesehatan sehari-hari,” ungkap Sri.