Jarang Pakai Sunscreen? Waspadai 7 Kebiasaan Ini yang Bisa Bikin Kulit Cepat Tua
Mengabaikan penggunaan sunscreen dapat menyebabkan penuaan dini dan meningkatkan risiko kanker kulit. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang sering diabaikan.
Di bawah paparan sinar matahari tropis yang berlangsung sepanjang tahun, banyak orang masih meremehkan pentingnya penggunaan sunscreen.
Sinar ultraviolet (UV) yang tidak tampak ini dapat merusak kulit hingga ke tingkat sel, yang dapat menyebabkan penuaan dini, flek, dan bahkan kanker kulit. Ironisnya, kebiasaan untuk tidak menggunakan sunscreen sering dilakukan oleh mereka yang paling sering terpapar sinar UV.
Banyak orang beranggapan bahwa mereka tidak perlu menggunakan sunscreen ketika cuaca tidak panas, meskipun pada hari mendung, paparan sinar ultraviolet yang dapat merusak jaringan kulit masih sangat mungkin terjadi.
Oleh karena itu, sunscreen seharusnya tidak dipandang sebagai kosmetik tambahan, melainkan sebagai salah satu bentuk perlindungan kesehatan kulit yang penting untuk diperhatikan.
Menyikapi fenomena ini, Liputan6 berupaya membahas berbagai dampak yang dapat muncul akibat ketidakgunaan sunscreen. Dalam laporan ini, kami akan mengulas informasi lebih lanjut mengenai risiko yang dihadapi jika seseorang tidak pernah menggunakan sunscreen. Simak informasi selengkapnya yang telah dirangkum untuk Anda pada Kamis (28/8).
Cuaca yang mendung juga dapat merusak kulit tanpa kita sadari
Meskipun awan gelap memberikan kesan seolah-olah kita terlindungi dari sinar matahari, sebenarnya hingga 80% radiasi UV masih bisa menembus awan. Banyak orang beranggapan bahwa penggunaan sunscreen tidak penting saat cuaca mendung atau hujan ringan, padahal radiasi UV tetap ada meskipun tidak terlihat. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Siti Hapsah Isfardiyana dan Sita Ririn Safitri dari Universitas Islam Indonesia yang berjudul "Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri".
Dalam studi tersebut, dijelaskan bahwa sinar ultraviolet tetap dapat muncul dan membahayakan kulit, bahkan ketika cuaca sedang hujan. Ini terjadi karena sinar ultraviolet dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi kelembapan udara, semakin besar pula paparan sinar UV yang diterima.
Tanpa perlindungan yang memadai setiap hari, terutama pada saat cuaca mendung, kulit kita tetap terpapar sinar UVA yang dapat menembus hingga lapisan dermis dan berpotensi menyebabkan mutasi DNA sel. Oleh karena itu, kebiasaan untuk tidak menggunakan sunscreen saat cuaca mendung dapat berisiko tinggi terhadap kanker kulit di kemudian hari.
Tidak mengoleskan ulang tabir surya dapat mengurangi efektivitas perlindungan hingga 70%
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Edlia Fadilah Mumtazah dan rekan-rekannya, yang berjudul "Pengetahuan Mengenai Sunscreen dan Bahaya Paparan Sinar Matahari serta Perilaku Mahasiswa Teknik Sipil Terhadap Penggunaan Sunscreen" dari Departemen Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, ditemukan bahwa tidak melakukan pengulangan pemakaian sunscreen adalah kesalahan yang sering terjadi.
Penelitian menunjukkan bahwa banyak individu yang bekerja di luar ruangan tidak melakukan reapply setelah aplikasi awal, meskipun efektivitas sunscreen berkurang secara signifikan setelah 2-3 jam, terutama ketika beraktivitas di bawah sinar matahari atau saat berkeringat.
Tanpa melakukan reapply, kulit akan kembali rentan terhadap radiasi UV meskipun tampak sudah terlindungi.
Hal ini dapat mempercepat munculnya masalah kulit seperti melasma dan hiperpigmentasi, serta meningkatkan risiko terjadinya mutasi sel kulit. Oleh karena itu, mengabaikan reapply bukan hanya sekadar kelalaian, melainkan merupakan ancaman serius bagi kesehatan kulit.
"Harus ada upaya untuk menjaga daya perlindungan kulit dengan cara melakukan reapply sunscreen pada periode waktu tertentu," tulis studi tersebut.
Menggunakan make-up dengan SPF tanpa adanya sunscreen utama akan mengurangi efektivitas perlindungan
Banyak wanita percaya bahwa penggunaan bedak atau foundation yang mengandung SPF sudah cukup untuk melindungi kulit mereka. Namun, seringkali jumlah dan cara aplikasi produk tersebut tidak memadai untuk memberikan perlindungan yang optimal.
Produk kosmetik hanya memberikan perlindungan yang terbatas dan tidak dapat menggantikan fungsi sunscreen murni. Menurut penelitian yang dikutip, hanya 35,2% responden yang mengetahui cara yang benar untuk membersihkan sunscreen, dan lebih dari 70% tidak menyadari bahwa SPF minimum yang dianjurkan untuk aktivitas sehari-hari adalah SPF 30. Ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang pentingnya sunscreen dibandingkan dengan kosmetik masih sangat rendah.
Ketika seseorang hanya mengandalkan makeup ber-SPF, sering kali area wajah tidak tertutup secara merata. Akibatnya, sinar UV dapat menembus celah-celah yang tidak terlapisi, dan ini dapat menyebabkan kerusakan pada kulit tanpa disadari.
Oleh karena itu, meskipun kosmetik ber-SPF dapat berfungsi sebagai pelengkap, mereka tidak akan pernah dapat menggantikan peran sunscreen sebagai pelindung utama kulit. Sangat penting untuk menyadari bahwa penggunaan sunscreen murni tetap menjadi langkah yang esensial dalam rutinitas perawatan kulit.
Penggunaan sunscreen yang tepat sebelum keluar rumah dapat mengurangi perlindungan hingga 50%
Penggunaan sunscreen membutuhkan waktu untuk meresap dan mulai berfungsi. Sayangnya, banyak pengguna yang menerapkan sunscreen hanya beberapa saat sebelum mereka keluar rumah. Idealnya, sunscreen sebaiknya diaplikasikan 15 hingga 30 menit sebelum terpapar sinar matahari.
Jika sunscreen dioleskan terlalu dekat dengan waktu keluar, maka produk tersebut berisiko mudah hilang akibat keringat atau gesekan pakaian sebelum memiliki kesempatan untuk bekerja secara efektif. Hal ini dapat mengakibatkan perlindungan terhadap sinar UV menjadi tidak optimal, bahkan bisa jadi sia-sia.
Akibatnya, kulit tetap terpapar sinar UVA dan UVB, yang masing-masing dapat menyebabkan penuaan dini dan kerusakan pada DNA kulit. Meskipun tampak sebagai kebiasaan yang sepele, efek kumulatif dari kebiasaan ini dapat menjadi sangat merugikan dalam jangka waktu yang panjang.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara dan waktu dalam menggunakan sunscreen agar kulit tetap terlindungi dengan baik.
Pemilihan SPF yang tidak tepat untuk kegiatan di luar ruangan dapat mengakibatkan perlindungan yang kurang efektif
Memilih faktor perlindungan matahari (SPF) tidak hanya berkaitan dengan angka yang tinggi. Meskipun SPF 15 cukup untuk digunakan di dalam ruangan, disarankan untuk memilih SPF 30 atau lebih saat beraktivitas di luar, terutama di bawah sinar matahari yang terik.
Sayangnya, 24,7% responden masih menggunakan sunscreen dengan SPF di bawah 30 ketika beraktivitas di luar. Ini menunjukkan bahwa masih ada kurangnya pemahaman tentang pentingnya SPF. SPF 30 dapat melindungi sekitar 96,7% sinar UVB, sedangkan SPF 15 hanya melindungi sekitar 93%.
Meskipun perbedaan ini terlihat kecil, dampaknya bisa signifikan bagi kulit yang terpapar sinar UV dalam waktu lama. Apabila memilih SPF yang tidak tepat, kulit tidak akan mendapatkan perlindungan yang optimal, dan kerusakan mikro tetap dapat terjadi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan masalah seperti fotoaging, melasma, dan bahkan mutasi kulit yang dapat berisiko kanker.
Mengabaikan perlindungan pada area leher, telinga, dan tangan dapat membuat titik-titik rentan tidak terlindungi
Penggunaan sunscreen yang hanya difokuskan pada wajah dapat menyebabkan area tubuh lainnya tidak terlindungi. Bagian-bagian seperti leher, belakang telinga, punggung tangan, dan kaki sering kali terabaikan, meskipun semuanya terpapar sinar UV.
Penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sunscreen tidak hanya bergantung pada SPF atau seberapa sering produk tersebut diaplikasikan, tetapi juga pada luas area yang dilindungi.
Jika ada bagian yang tidak tercover dengan baik, risiko kanker kulit lokal dapat meningkat. Kanker kulit, khususnya jenis karsinoma sel basal dan skuamosa, sering kali muncul pada area tubuh yang sering diabaikan ini. Oleh karena itu, kebiasaan untuk tidak memperhatikan area kecil tersebut dapat menyimpan risiko besar bagi kesehatan kulit Anda.
Tidak membersihkan sunscreen dapat menyebabkan jerawat dan kerusakan pada kulit
Sunscreen merupakan produk kimia yang memerlukan pembersih khusus agar dapat dihilangkan secara menyeluruh dari kulit. Sayangnya, hanya 35,2% responden yang mengetahui cara yang tepat untuk membersihkan sunscreen.
Hal ini menyebabkan sisanya berisiko mengalami penumpukan residu yang dapat menyumbat pori-pori. Jika tidak dibersihkan dengan metode double cleansing, penumpukan bahan kimia dari sunscreen dapat menyebabkan jerawat, kulit tampak kusam, bahkan iritasi.
Situasi ini dapat membuat banyak orang ragu untuk menggunakan sunscreen kembali, padahal permasalahan sebenarnya terletak pada teknik pembersihan yang kurang tepat.
Oleh karena itu, dengan memberikan edukasi yang benar mengenai cara membersihkan sunscreen—terutama yang bersifat water-resistant—pengguna dapat mencegah terjadinya iritasi dan memastikan kulit mereka tetap sehat serta terlindungi dengan optimal.
Apa yang akan terjadi jika kita tidak menggunakan sunscreen setiap hari?
Apa yang akan terjadi jika kita tidak menggunakan sunscreen setiap hari? Kulit akan langsung terpapar sinar UV, yang dapat mempercepat proses penuaan, menyebabkan munculnya flek hitam, serta meningkatkan kemungkinan terkena kanker kulit. Oleh karena itu, penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari secara langsung.
Seberapa sering kita perlu mengulang pemakaian sunscreen dalam sehari? Sebaiknya sunscreen dioleskan kembali setiap 2 hingga 3 jam, terutama setelah beraktivitas yang mengeluarkan keringat atau setelah kulit terkena air. Dengan cara ini, perlindungan terhadap kulit akan tetap optimal sepanjang hari.
Apakah aman menggunakan sunscreen saat cuaca mendung? Tentu saja, karena sinar UVA masih dapat menembus awan dan merusak kulit meskipun suhu udara tidak terasa panas. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen tetap diperlukan dalam kondisi cuaca apapun.
Apakah makeup yang mengandung SPF bisa menggantikan penggunaan sunscreen? Tidak, makeup yang mengandung SPF hanya berfungsi sebagai tambahan perlindungan. Untuk perlindungan yang maksimal, penggunaan sunscreen khusus tetap sangat diperlukan. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan kulit secara optimal.
Apa saja efek samping jika kita tidak membersihkan sunscreen dengan baik? Kulit dapat mengalami iritasi, timbul jerawat, dan pori-pori dapat tersumbat akibat penumpukan bahan kimia dari sunscreen yang tidak dibersihkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan wajah secara menyeluruh setelah menggunakan produk tersebut.