Bisa Menular Melalui 4 Cara, Mpox Juga Bisa Ditularkan dari Ibu ke Janin
Mpox atau cacar monyet perlu diwaspadai karena bisa ditularkan dari ibu ke janin.
Mpox, atau yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari golongan orthopoxvirus, khususnya virus Human Monkeypox. Penyakit ini pada awalnya ditemukan pada monyet dan sering kali berhubungan dengan hewan pengerat seperti tikus Afrika, yang dikenal sebagai vektor utama penyebaran virus ini. Sebagai penyakit zoonosis, Mpox memiliki kemampuan untuk menular dari hewan ke manusia, dan lebih dari itu, juga dapat menular antar manusia.
Penularan Mpox antar manusia bisa terjadi melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui ibu hamil ke janin. Seorang wanita yang sedang hamil dan terinfeksi Mpox bisa menularkan penyakit ini ke janinnya, baik selama kehamilan maupun pada saat persalinan. Kontak kulit antara ibu dan bayi selama proses persalinan bisa menjadi jalur penularan yang signifikan.
“Seorang wanita yang hamil dan sedang terinfeksi Mpox bisa saja menularkan penyakit ini ke janinnya, maupun ketika proses persalinan melalui kontak kulit ibu dan bayi,” ungkap Hadianti Adlani, seorang dokter spesialis penyakit dalam subspesialis penyakit tropik infeksi dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.
Empat Cara Penularan Mpox
Selain dari ibu ke janin, terdapat empat cara utama penularan Mpox yang perlu diwaspadai:
Kontak Dekat dengan Cairan Tubuh
Penularan antar manusia sering kali terjadi akibat kontak dekat dengan cairan tubuh yang mengandung virus. Ini bisa berupa sekresi saluran pernapasan, darah, cairan tubuh lainnya, atau lesi pada kulit atau mukosa yang terinfeksi.
Kontak Erat dalam Waktu Lama
Orang yang berada dalam kontak dekat dengan penderita Mpox, terutama yang terpapar droplet saat berbicara, batuk, atau bersin, berisiko tinggi tertular. Bahkan, hubungan seksual dengan pengidap Mpox juga dapat menjadi jalur penularan. Kontak erat dalam waktu yang lama, didefinisikan sebagai lebih dari empat jam, meningkatkan risiko ini.
Kontaminasi Barang dan Permukaan
Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan atau kontak dengan barang-barang yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita Mpox. Barang-barang ini termasuk pakaian, sprei, selimut, atau permukaan yang telah terkena lepuhan atau cairan dari lepuhan penderita.
Transmisi dari Ibu ke Janin
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, ibu hamil yang terinfeksi Mpox memiliki potensi untuk menularkan virus ini kepada janinnya selama kehamilan atau melalui kontak kulit saat persalinan.
Gejala Klinis dan Komplikasi Mpox
Gejala awal Mpox menyerupai gejala penyakit infeksi lainnya, dengan tanda-tanda seperti demam tinggi, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri otot, dan tubuh yang terasa lemas. Satu hingga tiga hari setelah gejala awal, ruam atau lesi muncul pada kulit, dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Lesi ini berkembang dari bintik merah menjadi lepuh berisi cairan, yang kemudian berubah menjadi lepuh berisi nanah.
Meskipun sebagian besar kasus Mpox bersifat self-limiting disease atau dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 14-21 hari, beberapa komplikasi serius dapat terjadi. Komplikasi tersebut meliputi infeksi bakteri sekunder, gangguan pernapasan seperti pneumonia, sepsis, hingga gangguan penglihatan yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
Mpox adalah penyakit yang perlu diwaspadai, terutama karena berbagai jalur penularannya yang luas. Selain transmisi dari hewan ke manusia, penularan antar manusia juga dapat terjadi melalui kontak dekat, kontaminasi barang, serta dari ibu ke janin. Meski demikian, dengan penanganan yang tepat, risiko penyebaran dan komplikasi dari penyakit ini dapat diminimalisir.