Waspadai Cara Penularan Wabah Mpox, Begini Tips Mencegahnya
Dengan memahami cara penularan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia telah menghadapi wabah Mpox yang semakin meluas dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Penyakit ini, yang sebelumnya dikenal sebagai Monkeypox, telah menyebar ke berbagai negara dan menimbulkan gejala yang serius.
Di Indonesia, tercatat sudah ada 88 kasus konfirmasi Mpox hingga Agustus 2024. Mayoritas kasus Mpox di Indonesia terjadi pada kelompok yang melakukan hubungan seksual sesame jenis. Beberapa kasus juga memiliki komorbiditas HIV dan sifilis.
Untuk menghindari risikonya, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara penularan wabah Mpox ini dan cara mencegahnya. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang penularan penyakit ini dan apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.
Tentang Penyakit Mpox
Mpox (sebelumnya dikenal sebagai Monkeypox) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus monkeypox (MPXV). Mpox tergolong ke dalam penyakit zoonosis, yang berarti penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia.
Pada awalnya, penyakit ini ditemukan pada monyet di Denmark pada tahun 1958, dan kasus pertama pada manusia ditemukan di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.
Yang menarik dari penyakit ini adalah namanya. Pada 28 November 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk mengganti nama penyakit dari Monkeypox menjadi Mpox untuk menghindari rasisme dan stigma terkait dengan nama sebelumnya.
Cara Penularan Mpox
Kontak Langsung dengan Hewan Terinfeksi
Mpox dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Ini termasuk kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi hewan yang terinfeksi. Hewan yang paling berisiko menularkan Mpox adalah hewan pengerat dan primata. Kontak langsung ini dapat terjadi melalui gigitan, cakaran, atau menyentuh hewan yang terinfeksi secara langsung.
Kontak Erat Antar Manusia
Penularan dari manusia ke manusia terjadi melalui kontak erat. Cara penularan ini meliputi:
- Kontak Kulit ke Kulit: Kontak kulit ke kulit dengan ruam, keropeng, atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Ini dapat terjadi melalui sentuhan langsung atau tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi.
- Kontak dengan Benda-Terkontaminasi: Kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi seperti pakaian, seprai, atau peralatan lainnya yang telah menyentuh lesi atau cairan tubuh pasien terinfeksi.
- Droplet Pernapasan: Kontak melalui droplet pernapasan selama kontak tatap muka yang lama. Droplet pernapasan dapat mengandung virus yang kemudian masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut.
Transmisi Vertikal
Virus Mpox juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi ke janin melalui plasenta. Ini disebut transmisi vertikal, yang berarti penularan dari ibu ke janin selama kehamilan.
Kontak Seksual
Meskipun Mpox bukan penyakit menular seksual (STI) secara tradisional, penularan dapat terjadi melalui kontak intim selama hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Orang yang berhubungan seks dengan banyak pasangan dan berganti-ganti berisiko tinggi tertular Mpox. Kelompok risiko utama adalah laki-laki yang melakukan seks dengan sejenis.
Cara Mencegah Mpox
Cara pencegahan Mpox sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Berikut penjelasan yang panjang tentang cara pencegahan Mpox:
1. Menghindari Kontak dengan Hewan Berisiko
- Hewan Pengerat dan Primata: Hewan pengerat dan primata adalah sumber utama penularan Mpox ke manusia. Oleh karena itu, penting untuk menghindari kontak dengan hewan liar, terutama hewan pengerat dan primata yang dapat terinfeksi dengan virus Mpox.
- Makanan yang Berisi Daging: Makanan yang berisi daging atau bagian tubuh hewan harus dimasak hingga matang sebelum dimakan untuk mengurangi risiko penularan dari hewan ke manusia.
2. Menggunakan Peralatan Proteksi
- Peralatan Pelindung Diri: Orang yang berisiko tertular Mpox harus menggunakan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dan pakaian pelindung saat berinteraksi dengan pasien terinfeksi atau benda-benda yang terkontaminasi.
3. Menghindari Kontak Erat dengan Pasien Terinfeksi
- Kontak Kulit ke Kulit: Kontak kulit ke kulit dengan ruam, keropeng, atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi harus dihindari. Ini termasuk sentuhan langsung atau tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi.
- Kontak dengan Benda-Terkontaminasi: Benda-benda seperti pakaian, seprai, atau peralatan lainnya yang telah menyentuh lesi atau cairan tubuh pasien terinfeksi harus dibersihkan dan diisolasi untuk mencegah penularan.
- Droplet Pernapasan: Kontak melalui droplet pernapasan selama kontak tatap muka yang lama harus dihindari. Orang yang berinteraksi dengan pasien terinfeksi harus menggunakan masker untuk mencegah penularan melalui droplet pernapasan.
4. Penggunaan Vaksin (Jika Tersedia)
- Vaksin Mpox: Meskipun vaksin Mpox belum secara luas tersedia, pengembangan vaksin sedang dilakukan. Orang yang telah menerima vaksin cacar mungkin memiliki perlindungan tertentu terhadap infeksi Mpox. Namun, upaya pencegahan harus tetap diterapkan karena ketersediaan global vaksin masih terbatas.
5. Pengawasan dan Pemeriksaan
- Pemeriksaan RT-PCR: Pemeriksaan RT-PCR dari cairan yang berasal dari luka atau lesi yang muncul dapat digunakan untuk memastikan infeksi Mpox. Tes antibodi juga dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi.
- Pengawasan Kesehatan: Orang yang berisiko tertular Mpox harus diawasi oleh tenaga kesehatan untuk memantau gejala dan mencegah komplikasi.
6. Pendidikan dan Kesadaran Masyarakat
- Edukasi Masyarakat: Pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang cara pencegahan Mpox sangat penting. Masyarakat harus diinformasikan tentang risiko penularan, gejala penyakit, dan langkah-langkah pencegahan yang harus diambil.