Para penderitanya mengharuskan menjalani perawatan di dalam bangsal pusat perawatan Mpox Rumah Sakit Universitas Kamenge di Bujumbura, ibu kota Burundi pada 22 Agustus 2024. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Berdasarkan data kementerian kesehatan pada hari Kamis (22/8/2024) Burundi telah mengkonfirmasi bahwa sudah ada 171 kasus mpox atau cacar monyet. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Mpox yang juga dikenal sebagai cacar monyet ini merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh virus yang ditularkan dari hewan yang terinfeksi ke manusia. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Sebelumnya tiga kasus mpox terdeteksi di Burundi pada akhir Juli lalu, kementerian kesehatan telah melaporkan 153 kasus yang terkonfirmasi pada tanggal 18 Agustus 2024. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Seorang pejabat mengatakan kepada AFP bahwa kasus-kasus yang terdeteksi tampaknya merupakan "varian baru" yang menyebar di negara tetangga, Republik Demokratik Kongo. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Virus jenis baru yang lebih mematikan dan mudah menular ini dikenal sebagai Clade 1b. Virus ini telah mendorong lonjakan kasus yang terinfeksi. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Menurut WHO, Clade 1b menyebabkan kematian pada sekitar 3,6 persen kasus, dengan anak-anak lebih berisiko.
Lonjakan kasus Mpox selain dilaporkan dari Republik Demokratik Kongo, Kenya, Rwanda, dan Uganda, juga terdeteksi di Asia dan Eropa. Foto: Glody MURHABAZI / AFP
Meningkatnya kasus cacar monyet atau MPOX di sejumlah negara, BBKK Soekarno-Hatta bersama Angkasa Pura meningkatkan pengawasan penumpang dari luar negeri.