Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Bencana di Aceh, Fokus ke Bireuen
Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan Kunjungan Prabowo Aceh untuk meninjau penanganan dampak banjir bandang dan longsor, serta mengecek jembatan bailey di Bireuen. Apa saja agendanya?
Presiden Prabowo Subianto tiba di Aceh pada Minggu pagi, 7 Desember, untuk kunjungan kerja keduanya ke provinsi tersebut. Kedatangan ini bertujuan meninjau langsung penanganan dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah itu sejak 25 November lalu. Beliau langsung melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Bireuen setelah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan penanganan pascabencana berjalan efektif dan cepat. Presiden Prabowo akan mengecek kondisi infrastruktur vital serta posko pengungsi di daerah terdampak. Fokus utama adalah jembatan bailey yang baru dipasang di jalur kritis penghubung antar kota.
Setelah meninjau lokasi bencana, Presiden Prabowo dijadwalkan memimpin rapat terbatas. Rapat ini akan membahas koordinasi penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejumlah menteri dan kepala lembaga tinggi negara akan turut serta dalam rapat penting tersebut.
Peninjauan Infrastruktur dan Posko Pengungsi di Bireuen
Setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Presiden Prabowo segera melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bireuen menggunakan helikopter kepresidenan Caracal. Bireuen menjadi salah satu fokus utama kunjungan ini karena dampak bencana yang signifikan. Peninjauan ini merupakan bagian penting dari Kunjungan Prabowo Aceh.
Di Bireuen, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau jembatan bailey yang telah dipasang. Jembatan sementara ini sangat krusial karena menghubungkan Kota Medan dengan Kota Banda Aceh, memastikan kelancaran logistik dan mobilitas pascabencana. Kehadiran Presiden diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur.
Selain infrastruktur, Presiden juga akan mengecek distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor. Beliau juga dijadwalkan meninjau langsung kondisi posko pengungsi di Bireuen. Hal ini untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan penanganan bencana berjalan optimal.
Kedatangan dan Rombongan Pejabat Tinggi
Presiden Prabowo Subianto mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda pada pukul 10.21 WIB dengan pesawat kepresidenan PK-GRD. Beliau turun dari pesawat sekitar pukul 10.30 WIB, disambut oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah. Kedatangan ini menandai dimulainya Kunjungan Prabowo Aceh yang krusial.
Di apron bandara, Presiden Prabowo disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Dari Jakarta, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo.
Rombongan pejabat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana di Aceh dan sekitarnya. Kehadiran mereka diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas sektor dalam upaya pemulihan. Kunjungan ini menjadi simbol perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi di lapangan.
Rapat Terbatas Koordinasi Penanganan Bencana Regional
Setelah meninjau lokasi terdampak di Bireuen, agenda Kunjungan Prabowo Aceh akan dilanjutkan dengan rapat terbatas. Rapat ini akan membahas penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Provinsi yang menjadi fokus adalah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rapat terbatas ini akan dihadiri oleh sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait. Di antaranya adalah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani. Kehadiran mereka menunjukkan pendekatan komprehensif dalam penanganan bencana.
Daftar peserta rapat juga mencakup Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Mensesneg Prasetyo Hadi. Hadir pula Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Selain itu, rapat penting ini juga akan melibatkan:
- Menteri Luar Negeri Sugiono
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf
- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno
- Seskab Teddy Indra Wijaya
- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
- Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo
- KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
- KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali
- KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono
- Kepala BIN M. Herindra
- Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo
- Dirut PLN Darmawan Prasodjo
- Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Yusuf Jauhari
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan koordinasi lintas sektoral yang kuat untuk penanganan bencana.
Sumber: AntaraNews