Mensesneg Buka-bukaan Soal Alasan Prabowo Rutin Kunjungi Warga Terdampak Banjir Sumatra

Dia menyampaikan, Prabowo ingin memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang menjadi korban terdampak banjir.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Mensesneg Buka-bukaan Soal Alasan Prabowo Rutin Kunjungi Warga Terdampak Banjir Sumatra
Mensesneg Buka-bukaan Soal Alasan Prabowo Rutin Kunjungi Warga Terdampak Banjir Sumatra (Merdeka.com)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka-bukaan terkait alasan Presiden Prabowo Subianto rutin mengunjungi warga terdampak bencana banjir di Sumatra. Prabowo tercatat sudah tiga kali mengunjungi Provinsi Aceh, untuk meninjau sejumlah kabupaten/kota yang terdampak banjir.

Prabowo mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Takengon, dan Kabupaten Bener Meriah, usai pulang dari kunjungan luar negeri pada Jumat (12/12). Selanjutnya, Prabowo mengunjungi Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada Sabtu (13/12).

"Hari ini adalah hari kedua Bapak Presiden berada di daerah Sumatera Utara. Kemarin beliau mengunjungi Aceh, ke daerah Aceh Tamiang, kemudian Takengon, kemudian Kabupaten Bener Meriah. Hari ini, Beliau berkunjung ke Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Jadi ini adalah kunjungan kesekian kalinya bagi bapak presiden," jelas Prasetyo di Langkat, Sumatra Utara, sebagaimana video diterima, Sabtu (13/12).

Dia menyampaikan, Prabowo ingin memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang menjadi korban terdampak banjir. Selain itu, Prabowo ingin memastikan bahwa proses penanganan bencana banjir berjalan dengan cepat dan tepat.

"Untuk memastikan Beliau memberikan support, memberikan dorongan moril kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak bencana dan sekaligus memastikan penanganan, proses untuk dipercepat," ujarnya.

Prabowo tampak didampingi sejumlah menteri terkait, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hal ini, kata Prasetyo, menjadi bukti bahwa Prabowo berkomitmen untuk mempercepat penanganan, pemulihan, dan rehabilitasi warga terdampak bencana.

"Ini sekaligus juga membuktikan bahwa Bapak Presiden benar-benar ingin memberikan yang terbaik, memberikan support yang terbaik. Segala kekuatan dikerahkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana," jelas Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan bekerja keras membantu pemulihan pasca bencana banjir di Sumatra, termasuk soal memberikan hunian tetap. Namun, Prabowo berharap para pengungsi korban terdampak banjir bersabar sebab pemerintah tak dapat menyelesaikan semuanya dengan waktu singkat.

"Tapi tentunya kita butuh kesabaran dari Bapak/Ibu sekalian. Karena tidak bisa kita seketika selesaikan semua. Saya minta maaf, Presiden RI tidak punya tongkat Nabi musa, tidak punya," kata Prabowo saat menemui korban terdampak bencana di Posko Pengungsian SMP 2 Wih Pesam, Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (12/12).

Dia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengerahkan puluhan helikopter dan pesawat untuk memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana. Selain itu, Prabowo berjanji pemerintah akan menyiapkan hunian tetap bagi masyarakat yang rumahnya hilang maupun rusak parah akibat banjir. "Kita akan bekerja keras untuk saudara-saudara sekalian," ujarnya.

Prabowo berterima kasih kepada kepala daerah yang telah bekerja keras menangani banjir di wilayah masing-masing. Dia juga mengapresiasi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para menteri Kabinet Merah Putih yang turun langsung membantu penanganan banjir.

"Saya terima kasih Pak Bupati, Wakil Bupati, semua kepala dinas di provinsi. Terima kasih Pak Gubernur dan semua jajarannya bekerja terus. Saya terima kasih Panglima TNI, Kapolri pasukannya turun semua. Menteri-menteri turun semua," tutur Prabowo.

Dia menegaskan bahwa pemerintah tak akan meninggalkan para korban terdampak banjir Sumatra berjuang sendirian. Prabowo menuturkan dirinya langsung terbang ke Aceh usai melakukan kunjungan ke Pakistan dan Rusia.

Hal ini dilakukannya untuk memantau langsung penanganan banjir di Aceh. Padahal, Prabowo baru berkunjung ke Bireuen, Aceh pada 7 Desember 2025 lalu.

"Saya baru tiba di Tanah Air tadi pagi dini hari jam 3 pagi, saya mendarat di Kualanamu (Sumatra Utara), habis itu langsung terbang ke (Aceh) Tamiang. Jadi terus saya monitor, akan saya perhatikan semuanya," pungkas Prabowo.

Rekomendasi