PPP Panas: Loyalis Mardiono Tolak Amran dan Dudung Jadi Calon Ketum PPP
Menurutnya, kabar itu hanya klaim sepihak saja tidak ada usulan resmi.
Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi membantah ada upaya mendongkelan kursi Mardiono sebagai ketua umum. Rusli tak mendengar ada kabar 20 DWP PPP menginginkan ketua umum baru.
Menurutnya, kabar itu hanya klaim sepihak saja. "Kan saya wakil ketua umum ya. Tidak tahu itu DPW mana, jadi menurut saya itu klaim saja," kata Rusli saat dihubungi, Rabu (14/5).
Rusli menegaskan, justru sejumlah DPW memberi dukungan untuk Muhamad Mardiono kembali memimpin PPP. Seperti misalnya pada Mukerwil PPP daerah Papua Raya, Jambi, Aceh, dan Sumatera Utara.
"Apalagi ada yang mengklaim 20 DPW mana, 20 itu kan harus ada DPW-nya, DPW mana?” ujar Rusli.
Tolak Dudung dan Amran
Rusli tak membantah bakal menggelar PPP bakal muktamar dalam waktu dekat. Namun dia menegaskan, pengurus daerah justru ingin Mardiono jadi ketum PPP lagi.
"Mukerwil beberapa daerah itu sudah meminta Pak Mardiono maju. Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa tidak menghendaki Pak Mardiono, menurut saya itu subjektif," sambungnya.
Dia menolak Jika ada nama luar selain kader PPP untuk dicalonkan menjadi Ketum PPP. Menurut dia, parpol berlogo Kabah itu adalah partai kader.
Rusli menilai, mestinya PPP dipimpin oleh kader murni partai. Jika beredar nama eksternal dari luar semisal Dudung Abdurachman atau Amran Sulaiman baiknya tidak ujug-ujug menjadi ketua umum.
"Jadi mesti dipimpin oleh kader partai murni gitu ya. Jadi kalau misalnya dengar ada nama Pak Amran, ada nama Dudung, dan lain-lain ya kita welcome saja. Tapi tidak ujug-ujug tiba-tiba menjadi ketua umum gitu. Partai ini partai kader," tuturnya.
Mardiono Dianggap Gagal
Rusli mengatakan, PPP sangat mematuhi aturan main yang tertuang dalam AD/ART partai.
”Ada AD/RT yang mengatur tentang calon ketua umum gitu. Jadi kader-kader internal kita masih banyak kok yang memenuhi syarat yang mumpuni menjadi ketua umum," tegas Rusli.
Misalnya, Rusli menambahkan, selain Mardiono ada nama seperti Arwani Thomafi dan Amir Uskara yang berpeluang menjadi caketum.
“Saya sebut misalnya, kader partai yang layak jadi ketua umum itu bisa Arwani, Sekjen kita, bisa Pak Amir Uskara, Wakil Ketua Umum kita gitu kan," kata Rusli yang juga loyalis Mardiono.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP M. Romahurmuziy menilai, kepemimpinan partai berlambang ka'bah dibawah Muhamad Mardiono dianggap gagal.
Sehingga, Romy menyebut Mardiono tak layak jika maju kembali menjadi calon ketua umum PPP.
"Bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untul dimajukan lagi sebagai caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini," kata Romy, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/5).
Mencuat Dudung dan Amran
Menurutnya, PPP harus terbuka untuk mencari sosok caketum di luar dari struktur PPP. Dia pun menyebutkan ada sosok mantan Menparekraf Sandiaga Uno hingga mantan KSAD Dudung Abdurachman.
"PPP harus fleksibel. Disamping internal, PPP harus membuka diri utk sourcing Caketum dari luar partai. Tidak perlu kaku memegangi AD/ART yang mensyaratkan Caketum harus pernah duduk 1 periode kepengurusan sebagai Pengurus Harian DPP atau Ketua Majelis. Karena AD/ART itu bukan kitab suci," ujar dia.
"Saya mendorong sebanyak-banyaknya calon. Saya terus mengikuti suara-suara dari pusat dan daerah. Hingga saat ini sudah 8 nama yg muncul: 3 internal, 5 eksternal. Internal: Sandi Uno, Sekjen Arwani & Gus Yasin. Dari Eksternal: Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto," sambungnya.
Perihal namanya masuk dalam bursa caketum, Romy mengaku memilih untuk mendorong sosok lain agar membawa energi baru.
"Saya sendiri lebih memilih untuk mendorong wajah baru untuk memimpin partai. Karena PPP butuh energi baru. Energi besar. Bukan untuk berjalan. Tapi untuk melompat. Mengatasi semua rintangan untuk kembali ke Senayan 2029," imbuh Romy.