Gelar Mukernas, Ketum PPP Mardiono Target Raih 29 Kursi di Pemilu 2029
Mardiono menegaskan bahwa Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP tidak hanya sekadar menjadi agenda seremonial.
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muh Mardiono menargetkan bisa meraih 29 kursi di DPR RI di Pemilu 2029. Hal tersebut disampaikan Mardiono saat Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) I PPP di Hotel Claro Makassar, Rabu (11/2) malam.
"Ya, InsyaAllah kita sih bercita-cita untuk mengembalikan perolehan suara di tahun 2014. Karena tahun 2014 itu kita mendapatkan 29 suara (kursi di DPR)," ujarnya kepada wartawan.
Mardiono menegaskan bahwa Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I PPP tidak hanya sekadar menjadi agenda seremonial. Utusan Khusus Presiden ini menginginkan gelaran Muskernas I melahirkan keputusan strategis sebagai arah perjuangan partai dalam menyongsong Pemilu 2029.
"Mukernas tidak hanya seremonial. Jika tidak menghasilkan produk keputusan, maka sia-sia kita melaksanakan Mukernas. Saya meminta rekan-rekan mempersiapkan diri agar hasil Mukernas benar-benar menjadi miqot perjuangan menyongsong Pemilu 2029," tuturnya.
Mardiono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua, sekretaris, serta jajaran pimpinan wilayah PPP di seluruh Indonesia yang telah melaksanakan Musyawarah Wilayah. Hingga saat ini, Muswil telah terselenggara di 33 wilayah dari total 38 wilayah se-Indonesia.
Mardiono turut mengucapkan selamat kepada para ketua wilayah, sekretaris wilayah, serta jajaran pimpinan harian yang telah memperoleh amanah dari pemegang kedaulatan partai.
"Saya berharap amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya dalam rangka mewujudkan cita-cita PPP," sambungnya.
Tantangan Politik
Mardiono menilai, tantangan politik ke depan akan semakin berat, khususnya menjelang Pemilu 2029 yang akan diwarnai dominasi pemilih dari generasi milenial dan generasi Z. Menurutnya, perubahan demografi pemilih tersebut menuntut perubahan cara pandang dan strategi partai dalam menghadapi kontestasi politik.
"Pada Pemilu 2029, kita akan menghadapi pemilih dari generasi milenial dan generasi Z. Ini tentu membawa perubahan cara pandang dan pendekatan dalam pelaksanaan pemilu. Setiap zaman memiliki tantangannya masing-masing," kata Mardiono.
Mardiono menekankan pentingnya peran PPP dalam menyiapkan generasi muda agar kelak mampu memimpin bangsa dan bersaing dengan negara-negara lain. "Kita harus mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dalam mengantarkan generasi milenial dan generasi Z agar kelak mampu memimpin bangsa dan negara ini," ujarnya.
Mardiono menegaskan, seluruh kader PPP memiliki tanggung jawab bersama untuk terus berjuang demi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara.
"Berjuang untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara adalah jiwa politisi yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Itulah tugas kader PPP," tuturnya.
Gejolak Internal PPP
Mardiono juga membantah masih ada gejolak internal PPP pasca rekonsiliasi. Ia pun menjelaskan ketidakhadiran Sekretaris Jenderal PPP, Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin di Muskernas I.
"Sebenarnya tidak ada ya, itu hanya sedikit apa, beda pemahaman saja. Tapi InsyaAllah sudah sebagaimana biasa kita menyelesaikan dengan baik. Hal-hal yang bersifat internal, juga nanti akan kita selesaikan secara internal juga," tegasnya.
"Mungkin karena beliau (Gus Yasin) kan juga sebagai wakil gubernur (Jawa Tengah) ya, mungkin punya tugas-tugas negara. Tetapi itu tidak akan menghalangi, karena di dalam AD/ART kita juga sudah mengatur itu semua. Jadi tidak berarti kalau tidak dihadiri oleh satu kepengurusan tidak kemudian mengurangi dari keabsahan itu,"imbuhnya.
Mardiono yakin perbedaan pandangan tidak akan mengganggu proses perampungan kepengurusan hingga tingkat bawah. Ia menargetkan perampungan kepengurusan di seluruh Indonesia dalam waktu dua hingga tiga bulan.
"InsyaAllah tidak (terganggu) dan kita akan secepat mungkin selesaikan. Insya Allah dalam waktu 2-3 bulan ke depan itu sudah selesai," ucapnya.