Jumlah Pemilih 2029 Kebanyakan Gen Z dan Milenial, PPP Siapkan Strategi

Dari data yang ada jumlah pemilih 2029 nanti, sekitar 60 sampai 70 persen adalah generasi Z dan generasi milenial.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Jumlah Pemilih 2029 Kebanyakan Gen Z dan Milenial, PPP Siapkan Strategi
Jumlah Pemilih 2029 Kebanyakan Gen Z dan Milenial, PPP Siapkan Strategi (Merdeka.com)

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyebut bahwa Pemilu 2029 nanti akan lebih berat, sebab partai lebih banyak sehingga jumlah peserta Pemilu tentu akan bertambah.

Dari data yang ada jumlah pemilih 2029 nanti, sekitar 60 sampai 70 persen adalah generasi Z dan generasi milenial. 

 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Mardiono mengatakan dengan mayoritas generasi milenial dan Z, partainya harus melakukan perubahan strategi komunikasi politik yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

 

"Jadi, PPP harus beradaptasi, memperbarui pola komunikasi politik, serta lebih dekat dengan generasi muda,” kata Mardiono usai kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Jateng di Semarang, Sabtu (7/2). 

 

Dia menyebut bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan untuk masa khidmat lima tahun ke depan, tetapi juga momentum penting untuk merumuskan agenda politik jangka panjang partai.

 

"Muswil ini bukan sekadar membentuk kepengurusan baru, tetapi juga merancang langkah strategis PPP dalam menyongsong Pemilu 2029,” ujarnya.

 

Adapun agenda yang disusun untuk merumuskan sebuah ide-ide dan gagasan dalam rangka kerja politik dan juga bersinergi dengan pemerintah dalam rangka membantu perekonomian rakyat. 

 

"Caranya bagaimana kader-kader ini juga bersinergi dengan program-program pemerintah itu dikawal bisa bermanfaat untuk rakyat," ungkapnya.

 

Menurutnya, cita-cita besar negeri ini adalah merdeka yaitu untuk mensejahterakan rakyat. Di sebuah negara demokrasi ini, kedaulatan adalah di tangan rakyat, kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik. 

 

"Oleh karena itu insan politik harus terus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menghantarkan bagaimana rakyat kita itu bisa hidup sejahtera," ujarnya.

PPP Tak Boleh Ketinggalan

Pihaknya ingin agar PPP tidak boleh ketinggalan dalam menghadapi persaingan politik 2029. Sebab banyak partai-partai lain yang sudah mulai berkonsolidasi. 

 

Mardiono menjelaskan bahwa Partai Pusat dan Koalisi PPP bukanlah Partai Islam, tetapi partai berasaskan Islam yakni semuanya bermuara pada perjuangan-perjuangan politik yang didasari oleh apa yang diajarkan Islam. Di dalamnya termasuk menegakkan amal makruf, Nahi Munkar. 

 

"Jadi berpolitik ini juga tidak terus asal menang, tetapi juga dengan mengedepankan moralitas dan etika," jelasnya.

 

Dalam kehidupan bersama-sama dengan masyarakat tidak boleh keluar dari koridor-koridor sebagaimana yang diajarkan oleh Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 

 

"Jadi apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dengan wahyunya Allah  ditugaskan untuk berjuang menyatukan umat," pungkasnya.

 

Rekomendasi