Panas Jelang Muktamar PPP: Ketum dan Sekjen Pisah Jalan
Sekjen PPP Arwani Thomafi mengklaim setidaknya ada 20 pengurus daerah yang meminta agar ketua umum diganti.
Sekjen PPP Arwani Thomafi mengklaim setidaknya ada 20 pengurus daerah yang meminta agar ketua umum diganti. Hal itu diungkap saat momen halalbihalal Arwani di DPW PPP Jawa Timur, akhir pekan lalu.
"Lebih dari 20 DPW menginginkan perubahan, ingin ketua umum baru, termasuk para pimpinan majelis, para kiai mendorong Muktamar 2025 adalah momentum untuk memilih ketum baru," kata Arawani.
Arwani pun mendapatkan dukungan dari mantan Ketum PPP Romahurmuziy. Pria akrab disapa Romi ini bahkan telah memunculkan berbagai nama calon ketua umum.
Romi menilai, kepemimpinan partai berlambang ka'bah di bawah Muhamad Mardiono telah gagal. Sehingga, Romi menyebut Mardiono tak layak jika maju kembali menjadi calon ketua umum PPP.
"Bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini," kata Romi.
PPP Terbuka untuk Eksternal
Menurutnya, PPP harus terbuka untuk mencari sosok caketum di luar dari struktur PPP. Dia pun menyebutkan ada sosok mantan Menparekraf Sandiaga Uno hingga mantan KSAD Dudung Abdurachman.
"PPP harus fleksibel. Di samping internal, PPP harus membuka diri untuk sourcing Caketum dari luar partai. Tidak perlu kaku memegangi AD/ART yang mensyaratkan Caketum harus pernah duduk 1 periode kepengurusan sebagai Pengurus Harian DPP atau Ketua Majelis. Karena AD/ART itu bukan kitab suci," ujar dia.
Romi mendorong adanya banyak calon yang maju di muktamar. Dia mengaku telah mendapatkan banyak aspirasi dari pengurus pusat dan daerah.
“Hingga saat ini sudah 8 nama yg muncul: 3 internal, 5 eksternal. Internal: Sandi Uno, Sekjen Arwani & Gus Yasin. Dari Eksternal: Gus Ipul, Dudung Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto," jelas Romi.
Incumbent Berang
Gayung pun bersambut. Kubu Mardiono dan pengurus pusat di bawah komando incumbent berang.
Wakil Ketua Umum PPP Rusli Effendi membantah ada upaya mendongkelan kursi Mardiono sebagai ketua umum.Rusli tak mendengar ada kabar 20 DWP PPP menginginkan ketua umum baru. Menurutnya, kabar itu hanya klaim sepihak saja.
"Kan saya wakil ketua umum ya. Tidak tahu itu DPW mana, jadi menurut saya itu klaim saja," kata Rusli saat dihubungi, Rabu (14/5).
Rusli menegaskan, justru sejumlah DPW memberi dukungan untuk Muhamad Mardiono kembali memimpin PPP. Seperti misalnya pada Mukerwil PPP daerah Papua Raya, Jambi, Aceh, dan Sumatera Utara.
"Apalagi ada yang mengklaim 20 DPW mana, 20 itu kan harus ada DPW-nya, DPW mana?” ujar Rusli.
Rusli Effendi mendorong agar kader menjadi calon ketua umum dibanding tokoh eksternal di muktamar tahun ini. Rusli tidak ingin kursi ketum PPP ujug-ujug langsung diberikan oleh orang luar.
"Jadi kita ingin ya kader partai gitu saja. Jadi marwah itu kan harus kita jaga juga. Masa partai kita ujug-ujug dikasih ke orang luar," kata Rusli.
Rusli mencontohkan Sandiaga Uno sebagai tokoh eksternal yang masuk PPP namun ternyata tidak memberikan dampak elektoral bagi partai.
"Dan kita sudah coba itu Pak Sandi kan jadi Ketua Bappilu kan. Yang katanya kan kalau tokoh dari luar nanti akan bisa besarkan partai Ya kurang tokoh apa Pak Sandi kan dikenal, kaya juga," ucap Rusli yang dikenal sebagai Loyalis Ketum PPP Mardiono.
Butuh Restu Prabowo?
Oleh sebab itu, tokoh tak bisa menjadi tolak ukur bisa membawa partai menjadi besar. Apalagi memberikan dampak signifikan terhadap keterpilihan atau elektoral bagi partai.
"Ya tapi partai tidak semata-mata karena ketokohan, harus semata uang juga kan. Ya nyatanya juga tidak memberi dampak elektoral yang berarti kan," sambungnya.
Atas hal itu, Rusli meyakini kursi Ketua Umum PPP lebih layak dipimpin kader murni. Jika pun ada tokoh eksternal yang bergabung ingin menjadi ketum maka mesti melalui persyaratan partai.
"Nah ini kan sebuah tesis politik kan. Karena itu kalau saya meyakini masih tetap partai ini dipimpin oleh kader murni," ujarnya.
"Ya silakan mungkin kalau mau bergabung tokoh-tokoh luar kita sambut dengan baik dengan tangan terbuka. Tapi kalau untuk Ketum ada persyaratan AD/RT harus dilalui," tambahnya.
Mengenai pertimbangan caketum PPP apakah mesti dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, menurut Rusli, hal itu soal relasi politik saja.Rusli menilai, bahwa Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono pun punya kedekatan dengan Prabowo.
"Ya semua orang-orang yang ada di PPP ini punya hubungan kedekatan dengan Pak Prabowo. Apalagi Pak Mardiono kan di dalam sistem pemerintahan dia kan. Jadi itu soal hubungan, soal relasi saja," imbuhnya.
Rusli yakin, Presiden Prabowo bukan karakter yang ikut campur terhadap urusan internal partai politik. Namun dia mengakui, ketum parpol harus memiliki relasi yang baik dengan presiden.
”Kita partai ini kan, apalagi Pak Prabowo kan memberikan ruang kepada partai politik untuk mandiri gitu ya. Kalau soal hubungan relasi ya bisa dibaca sendiri kan. Apalagi juga punya hubungan yang cukup dekat gitu kan," pungkasnya.
Suara Daerah
Ketua DPW PPP Jakarta Syaiful R. Dasuki menegaskan, tidak ada 20 DPW yang mendukung calon ketua umum di luar dari partai.
Sebelumnya, muncul nama mantan Kasad Dudung Abdurachman dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman diusulkan maju sebagai calon ketum PPP dalam Muktamar tahun ini.
"Menyatakan bahwa informasi tentang adanya 20 DPW yang telah mendukung calon Ketua Umum PPP dari luar partai adalah tidak benar," kata Syaiful, saat konferensi pers di Kawasan Jakarta, Rabu (14/5).
Dia menyebut, informasi yang disebarkan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, membuat gaduh pengurus PPP di daerah-daerah.
"Penyesatan informasi itu dilakukan oleh oknum PPP yang ingin membuat gaduh PPP mengatasnamakan pengurus PPP di daerah-daerah untuk kepentingan pribadinya," ujar dia.
Dia juga meminta, para oknum-oknum yang membuat gaduh berhenti. Sebab, muktamar PPP butuh solidaritas dan kerja keras.
"Meminta dengan tegas agar para oknum-oknum 'keblinger' untuk menghentikan petualangannya di PPP menjelang Muktamar, karena PPP butuh kerja keras dan soliditas dalam mengembalikan kejayaannya di Pemilu 2029," ujarnya.
Lebih lanjut, Syaiful mengajak seluruh kader PPP terus berjuang dan sambut Muktamar PPP dengan riang gembira.
"Mengajak Pengurus dan Kader-kader PPP khususnya di daerah-daerah untuk terus menjaga ghirah perjuangan sesuai khidmat dan prinsip perjuangan PPP dan kita sambut Muktamar X PPP dengan riang gembira, penuh silaturrahim dan kesejukan," imbuh dia.