Internal PPP Bergejolak, Kubu Mardiono Cium Ada yang Ingin 'Begal' Kursi Ketum Dimotori Sekjen
Syaiful menilai, ada upaya pengambilalihan kursi Ketum PPP dari Mardiono.
Ketua DPW PPP Jakarta Syaiful R. Dasuki menegaskan, pihaknya menolak provokasi dan adu domba antar pengurus PPP di daerah dan di pusat yang dimotori oleh Sekjen PPP Arwani Thomafi.
Syaiful menyerang sekjennya sendiri yang disebut sebagai petualang politik. Menurut dia, ada upaya adu domba yang dilakukan dalam internal PPP jelang muktamar.
"Menolak upaya segelintir petualang politik yang dimotori oleh Arwani Thomafi, yang terus berupaya memprovokasi dan mengadu domba antara pengurus PPP di daerah dengan Dewan Pimpinan Pusat,” jelas Syaiful, saat konferensi pers di Kawasan Jakarta, Rabu (14/5).
Syaiful menilai, ada upaya pengambilalihan kursi Ketum PPP dari Mardiono. Terlebih lagi, caranya melanggar aturan. “Dengan tujuan mengambil alih PPP dengan cara-cara inskonstitusional dan tidak bermartabat," kata dia.
Dukung Kepemimpinan Mardiono
Dia juga membantah, tentang adanya 20 DPW yang mendukung calon ketua umum PPP di luar partai. "Informasi tentang adanya 20 DPW yang telah mendukung calon Ketua Umum PPP dari luar partai adalah tidak benar,” tegas dia.
Syaiful menambahkan, informasi tersebut disebarkan oleh oknum PPP yang ingin membuat gaduh PPP mengatasnamakan pengurus PPP di daerah-daerah untuk kepentingan pribadinya.
Lebih lanjut, Syaiful juga menegaskan, pihaknya mendukung hasil mukernas PPP terkait anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) tentang persyaratan calon ketua umum.
"Mendukung penuh hasil Mukernas PPP tanggal 13 15 Desember 2024 di Mercure Ancol, Jakarta yang memutuskan tidak ada perubahan AD/ART PPP terkait persyaratan calon Ketua Umum PPP," imbuh Syaiful.