Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, membantah klaim aklamasi Muhammad Mardiono. Klaim itu menyatakan Mardiono terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030.
Bantahan keras ini disampaikan Rommy di Jakarta pada hari Minggu, menyusul klaim Mardiono sehari sebelumnya. Muktamar ke-10 PPP sendiri masih berlangsung dan belum menetapkan ketua umum secara resmi.
Rommy menegaskan bahwa klaim aklamasi tersebut palsu, sepihak, dan tidak bertanggung jawab. Ini memicu Polemik Ketum PPP yang semakin memanas di internal partai.
Advertisement
Advertisement
Klarifikasi Rommy: Muktamar Belum Putuskan Ketua Umum
Rommy menjelaskan bahwa Muktamar ke-10 PPP masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB. Belum ada penetapan ketua umum secara resmi oleh forum tertinggi partai tersebut. Klaim Mardiono muncul sebelum waktu penetapan yang sah.
"Adanya berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebutkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi adalah palsu, klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, dan merupakan upaya memecah belah Partai Persatuan Pembangunan," kata Rommy.
Pernyataan ini didukung oleh Ketua Majelis Syariah PPP Mustofa Aqil Siroj. Seluruh Ketua DPW dan DPC PPP se-Indonesia juga bersama Rommy. Hal ini menunjukkan penolakan luas terhadap klaim aklamasi Polemik Ketum PPP.
Advertisement
Advertisement
Penolakan Terhadap Kepemimpinan Mardiono dan Klaim Aklamasi
Rommy juga mengungkapkan adanya penolakan signifikan terhadap kepemimpinan Mardiono selama Muktamar. Mardiono sempat diteriaki gagal dan diminta mundur oleh sejumlah peserta. Banyak pihak merasa PPP membutuhkan perubahan mendasar.
"Dengan demikian, tidak lah masuk akal bahwa hawa penolakan yang begitu besar atas kepemimpinan Mardiono justru berakhir dengan terpilihnya Mardiono secara aklamasi," ujar Rommy. Pernyataan ini menyoroti kontradiksi klaim aklamasi tersebut.
Situasi ini semakin memperuncing Polemik Ketum PPP yang telah ada. Keabsahan klaim tersebut menjadi sorotan publik dan internal partai. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai legitimasi proses pemilihan ketua umum.
Advertisement
Advertisement
Versi Mardiono: Aklamasi untuk Selamatkan Muktamar Darurat
Sebelumnya, Muhammad Mardiono sendiri telah menyatakan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP periode 2025-2030. Ia mengklaim hal ini terjadi pada Sabtu (27/9) malam di Jakarta. Klaim tersebut disampaikan sebelum bantahan Rommy.
Mardiono beralasan keputusan aklamasi diambil untuk menyelamatkan jalannya Muktamar. Ia menilai Muktamar sudah berada dalam situasi darurat dan membutuhkan langkah cepat. Ini menjadi dasar klaim aklamasi yang ia sampaikan.
Ia juga menyebutkan bahwa sekitar 80 persen dari total peserta Muktamar setuju. Mereka menyetujui langkah cepat memilih ketua umum secara aklamasi. Namun, klaim ini dibantah keras oleh Rommy, menambah daftar Polemik Ketum PPP.
Advertisement
Sumber: AntaraNews