Pemkab Gunung Mas dan BPS Rampungkan Pendampingan Statistik Sektoral, Perkuat Satu Data Indonesia
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama BPS sukses selesaikan pendampingan statistik sektoral, wujudkan implementasi Satu Data Indonesia yang akurat dan terpercaya.
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah merampungkan pendampingan penyelenggaraan statistik sektoral. Kegiatan ini berlangsung di Kuala Kurun, Kalimantan Tengah, dan resmi berakhir pada 27 Oktober 2025. Pendampingan ini menjadi langkah penting dalam upaya penguatan tata kelola data di daerah.
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk memastikan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman mendalam mengenai prinsip statistik sektoral. Hal ini krusial untuk menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Tujuannya adalah mendukung implementasi program Satu Data Indonesia secara efektif.
Sebanyak 26 perangkat daerah di lingkungan Pemkab Gumas turut serta dalam pendampingan maraton ini. Partisipasi aktif mereka diharapkan dapat memperkuat sinergi antar-instansi. Ini demi mewujudkan ketersediaan data yang valid dan mudah diakses untuk perencanaan pembangunan daerah.
Memperkuat Tata Kelola Data dan Implementasi Satu Data Indonesia
Kepala Diskominfosantik Kabupaten Gumas, Ruby Haris, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis. Ini dilakukan dalam memperkuat tata kelola data dan implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di tingkat daerah. Pendampingan ini melibatkan 26 perangkat daerah secara maraton.
Kegiatan pendampingan ini berlangsung dari 6 hingga 27 Oktober 2025. Tujuan utamanya adalah memastikan setiap perangkat daerah memahami prinsip dan mekanisme statistik sektoral yang baik. Data yang dihasilkan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ruby Haris menekankan komitmen Pemkab Gumas dalam memperkuat implementasi SDI. "Kami ingin seluruh perangkat daerah memiliki kemampuan yang sama dalam mengelola data sektoral," ujarnya. Hal ini agar hasilnya dapat dimanfaatkan secara efektif untuk perencanaan pembangunan.
Sinergi Antar-Instansi dan Peningkatan Indeks Pembangunan Statistik
Kepala Bidang Persandian Diskominfosantik Gumas, Purnama, menambahkan bahwa pendampingan ini berperan penting. Ini untuk memperkuat sinergi antar-instansi dan mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) daerah. Kolaborasi ini esensial untuk data yang terpadu.
Dengan adanya pendampingan ini, setiap produsen data di lingkungan Pemkab Gumas diharapkan lebih memahami tata cara pengumpulan data. Mereka juga akan mengerti pengolahan, dan penyajian data sesuai standar nasional. Ini penting untuk kualitas data.
Data yang dihasilkan akan menjadi lebih valid, mudah diakses, dan bisa dimanfaatkan lintas sektor. Peningkatan kualitas data ini merupakan fondasi penting. Ini mendukung pengambilan keputusan yang berbasis bukti di berbagai bidang.
Materi Komprehensif Pendampingan Statistik Sektoral
Kepala BPS Gumas, Mulya Setiawan, menjelaskan bahwa pendampingan berfokus pada tiga materi utama. Materi-materi ini disusun secara komprehensif dan aplikatif. Tujuannya adalah memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta.
Materi pertama disampaikan langsung oleh BPS Gumas, berpusat pada Satu Data Indonesia (SDI). Materi ini menekankan pentingnya standar data, interoperabilitas, serta penggunaan metadata baku. Ini memastikan keseragaman data.
Materi kedua adalah bimbingan teknis pengisian aplikasi Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik). Tujuannya agar seluruh kegiatan statistik daerah terdaftar dengan benar dan sesuai prosedur.
"Sedangkan materi ketiga adalah pengisian Data Sektoral Statistik Daerah (DSSD) 2025 melalui modul e-Walidata pada sistem SIPD-RI," kata Mulya Setiawan. Materi ini disampaikan oleh Diskominfosantik Gumas untuk memastikan kelengkapan data.
Sumber: AntaraNews