Kota Serang Jadi Percontohan Tes Kompetensi ASN Banten, BKN Ungkap Alasannya
Kota Serang ditunjuk sebagai percontohan pelaksanaan Tes Kompetensi ASN di Banten. Inisiatif BKN ini bertujuan memetakan potensi ribuan ASN di wilayah tersebut.
Kota Serang, Provinsi Banten, resmi ditunjuk sebagai daerah percontohan dalam pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) Pro ASN. Inisiatif ini menandai dimulainya rangkaian penting profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah kerja Kantor Regional III BKN. Langkah strategis ini bertujuan untuk memetakan potensi serta kompetensi ribuan ASN di Banten.
Pelaksanaan tes kompetensi ini telah dimulai pada tanggal 15 November dan direncanakan berlangsung selama enam hari. Lebih dari 1.000 peserta ASN di Kota Serang mengikuti proses ini dengan tertib dan sesuai target yang telah ditetapkan. Seluruh tahapan tes dipastikan berjalan tanpa pungutan biaya apapun dari peserta.
Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wahyu, menjelaskan bahwa Kota Serang dipilih karena kesiapan fasilitas dan sumber daya manusianya. Selain itu, koordinasi teknis yang solid juga menjadi faktor penentu utama. Penunjukan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Banten yang akan menyusul kemudian.
Kesiapan Kota Serang sebagai Percontohan Profiling ASN
Penunjukan Kota Serang sebagai percontohan pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) Pro ASN bukan tanpa alasan. Menurut Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wahyu, Kota Serang dinilai sangat siap dari berbagai aspek. Kesiapan ini mencakup fasilitas yang memadai, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta koordinasi teknis yang solid.
Wahyu menegaskan, "Kota Serang menjadi yang pertama di Banten, dan ini menunjukkan kesiapan serta komitmen yang kuat." Pernyataan ini menggarisbawahi peran penting Kota Serang dalam memulai program pemetaan kompetensi ASN di tingkat regional. Keberhasilan pelaksanaan di Serang akan menjadi tolok ukur bagi daerah lain.
Pelaksanaan CACT Pro ASN sendiri merupakan bagian integral dari program nasional pemetaan kompetensi ASN. Pada tahun ini, BKN menargetkan profiling untuk 230.000 ASN di wilayah Kantor Regional III BKN. Wilayah ini meliputi Provinsi Jawa Barat dan juga Provinsi Banten, menunjukkan skala besar dari program ini.
Integritas dan Transparansi Pelaksanaan Tes Kompetensi ASN
Proses pelaksanaan tes kompetensi ASN di Kota Serang dilaporkan berjalan tertib dan lancar. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 1.000 orang, target yang ditetapkan berhasil terpenuhi. Hal ini menunjukkan efektivitas persiapan dan koordinasi antara pihak BKN dan Pemerintah Kota Serang.
Wahyu juga menekankan aspek integritas dalam pelaksanaan profiling ini. Ia secara tegas menyatakan bahwa "Profiling ini non tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)," yang berarti seluruh proses tidak memungut biaya dari peserta. Komitmen ini menjamin akses yang adil bagi seluruh ASN yang mengikuti tes.
Plt Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni, menyambut baik kesempatan untuk menjadi daerah percontohan. Menurutnya, tes ini krusial untuk memetakan potensi ASN dan menjadi dasar awal bagi manajemen talenta di Kota Serang. "Hasil profiling harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, karena itu kami mengikuti seluruh standar dari BKN," ujar Murni.
Demi menjaga integritas dan objektivitas, pelaksanaan tes selama enam hari ini menerapkan aturan ketat. Salah satunya adalah larangan bagi peserta untuk membawa alat komunikasi ke dalam ruang tes. Murni juga menegaskan bahwa seluruh biaya pelaksanaan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang, melainkan sepenuhnya difasilitasi oleh BKN dan Pemprov Banten.
Sumber: AntaraNews