Golkar Respons Saran Megawati soal Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Tunggu Saja Proses Hukum
Golkar meminta para pihak sebaiknya menunggu proses hukum yang sedang berlangsung.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji meminta polemik terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diakhiri. Menurutnya, para pihak sebaiknya menunggu proses hukum yang sedang berlangsung.
Hal ini menanggapi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyarankan ijazah Jokowi ditunjukkan karena telah membuat kehebohan publik.
"Polemik tentang ijazah Pak Jokowi sebaiknya diakhiri. Toh sudah masuk ke ranah hukum. Tinggal kita tunggu saja proses hukum berlangsung," kata Sarmuji kepada wartawan, Kamis (15/5).
Sarmuji menyebut, kesempatan terbaik pembuktian ada di proses hukum. Lagi pula, sidang-sidang yang berlangsung juga bersifat terbuka.
"Jadi tinggal kita ikuti saja secara seksama," imbuhnya.
Megawati Bicara Polemik Ijazah
Diberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung hebohnya kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia menyebut, publik menjadi gonjang-ganjing soal Ijazah itu.
Hal itu disampaikan Mega saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5).
"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah benar apa enggak?" ujar Mega.
Mega menyebut, bila ijazahnya benar maka sebaiknya tunjukkan saja ke publik.
"Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja 'ini ijazah saya' gitu loh," imbuhnya.
Megawati pun berbicara pengalamannya sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN. Dia memastikan memiliki dokumen asli soal gelar akademiknya.
"Saya punya bukti. Kata orang, gelar profesor saya ada tiga. Gelar doktor honoris causa saya ada sebelas, dan saya masih menunggu empat lagi. Makanya saya bilang, ‘loh, kok bingung? Profesor sebelas, kok bingung?" kata Mega.
"Saya sendiri sempat bingung, apakah harus buat tesis atau bagaimana? Tapi saya tanya ke banyak orang pintar, katanya gelar itu bentuk penghormatan," tuturnya.