Solusi Kongkret Megawati Soekarnoputri soal Ijazah Jokowi, Semudah Itu Enggak Pakai Ribet
Di tengah kusutnya kasus ijazah Jokowi, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut angkat bicara.
Pusaran kasus ijazah UGM Jokowi hingga kini masih terus bergulir. Jokowi menyebut, kini ijazah kuliah miliknya yang diklaim asli telah diserahkan ke Bareskrim melalui sang adik ipar, Wahyudi Andrianto.
Di tengah kusutnya kasus ijazah Jokowi, Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ikut angkat bicara. Megawati mengungkap satu solusi kongkret yang disebutnya begitu mudah dan praktis.
Hal ini diungkap politikus yang turut bergelar doktor kehormatan itu menyusul rasa kesal dirinya melihat kasus ijazah Jokowi yang menyebabkan teka-teki besar di kalangan publik. Berikut ulasannya.
Megawati Beri Solusi Tegas
Dalam acara peluncuran buku di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5) lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung hebohnya kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dia menyebut, publik menjadi gonjang-ganjing soal Ijazah itu.
"Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah benar apa enggak?" ujar Mega.
Alih-alih dibiarkan menjadi teka-teki hingga ke jalur hukum, Megawati menanggapi jika sebenarnya hal itu tak perlu dilakukan. Sebab Megawati menyebut, bila ijazahnya benar dan asli, maka sebaiknya tunjukkan saja ke publik.
Megawati bahkan menyebut solusi tersebut dengan bahasa yang lugas dan tegas.
"Ya kok susah amat ya, kan kalau di Ijazah betul gitu, kasih aja 'ini Ijazah saya' gitu loh," imbuhnya.
Pusaran Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi resmi melaporkan kasus dugaan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Keputusan tersebut dia ambil karena melihat tuduhan itu tak kunjung berhenti meski dirinya sudah tidak lagi di pemerintahan.
“Kan dulu masih menjabat, tak pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut, jadi lebih baik sekali lagi biar menjadi jelas dan gamblang,” tutur Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/4).
Menurutnya, perkara ijazah palsu sebenarnya persoalan ringan. Namun lantaran sebagian publik menuntut kejelasan, maka sewajarnya diselesaikan melalui mekanisme hukum.
“Ya ini, sebetulnya masalah ringan urusan tuduhan ijazah palsu. Tetapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semua jelas dan gamblang ya,” ujar Jokowi menegaskan.
Sementara menurut keterangan kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, terdapat empat orang yang sudah dilengkapi dokumen hingga bukti-buktinya. Meski demikian, dia masih enggan membeberkan siapa saja orang yang menjadi sasaran pelaporan ijazah palsu Jokowi itu.
Jokowi Ungkap Keberadaan Ijazah UGM
Sementara hingga saat ini, keberadaan ijazah UGM yang diklaim asli milik Jokowi disebutnya telah diserahkan sang adik ipar, Wahyudi Andrianto atau Andri ke Bareskrim guna memenuhi proses penyelidikan untuk keperluan uji laboratorium.
"Ya supaya tahu ya, di Bareskrim itu ada aduan. Ada aduan dari seseorang, sehingga kemarin kita juga diundang untuk menyerahkan berkas ijazah asli. Baik yang universitas sama yang SMA, SMP, SD, saya berikan," ujar Jokowi kepada wartawan di salah satu rumah makan di Solo, Rabu (14/5).
Terkait diutusnya sang adik ipar untuk membawa ijazah miliknya, Jokowi turut menjelaskan alasannya.
"Lah kan menyerahkan, kalau memang saya dipanggil untuk mengklarifikasi hal-hal yang perlu diklarifikasi, ya saya datang. Lha ini menyerahkan. Tentu saja menyerahkan dokumen yang saat ini sangat penting, ya saya mengutusnya orang yang saya percaya," tandasnya.
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan, ada pula laporan lain yang sedang berjalan, baik di Polda Metro Jaya maupun di Solo, namun masing-masing merupakan kasus yang berbeda.
"Yang kedua ada ya kita melaporkan di Polda Metro, itu beda lagi. Ada lagi yang di sini, di Solo itu perdata, beda lagi," katanya lagi.