Golkar Bidik Perolehan Suara Naik 20 Persen di Pemilu 2029
Golkar juga menargetkan mempunyai perwakilan di masing-masing daerah untuk menjadi mesin partai.
Partai Golkar menargetkan perolehan suara meningkat 20 persen di Pemilu 2029. Target itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Sarmuji pada peringatan HUT Fraksi Partai Golkar ke-58 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/2).
"Bukan hanya sekadar jadi, tetapi suaranya meningkat. Kalau sekarang dapat suara 100 ribu, ya 2029 meningkat sekitar 20 persen minimal dari 100 ribu menjadi 120 ribu," kata Sarmuji dalam sambutannya.
Sarmuji juga menargetkan Golkar mempunyai perwakilan di masing-masing daerah untuk menjadi mesin partai. "Dengan demikian, kita menjadi lokomotif partai di masing-masing daerah. Partai Golkar menambah kursi di masing-masing dapil. Kita berharap betul kerja sama, kedisiplinan, rekan-rekan anggota fraksi, terutama merawat dapil," kata Sarmuji.
Kader Golkar Dilarang Serang Kebijakan Pemerintah
Sebelumnya, Sarmuji menegaskan kader dan anggota fraksi Golkar DPR dilarang menyerang apapun kebijakan Presiden dan Wakil Presiden. Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari fatsun politik dan konsekuensi masuk partai koalisi pemerintah.
“Jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah,” kata Sarmuji pada acara HUT 58 Fraksi Golkar, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/2).
Sarmuji menegaskan, fraksi Golkar harus mendukung program pemerintah, termasuk agenda Asta Cita. Ia juga mendorong koalisi yang ada saat ini dapat menjadi koalisi permanen.
Selain itu, Sarmuji mengingatkan anggota Fraksi untuk menjaga komunikasi internal dan tidak saling menyerang sesama anggota koalisi termasuk para menteri dari internal partai.
“Kita punya banyak menteri dan wakil menteri. Kalau ada hal-hal yang perlu dibicarakan di antara kawan sendiri, tolong kasih masukan sebelum rapat dimulai. Jangan sampai jeruk makan jeruk,” ujar Sarmuji.
Sarmuji juga mengingatkan untuk terus mendukung kebijakan negara yang sudah diputuskan, termasuk program makan bergizi gratis.
“Tugas kita adalah menyempurnakan melalui masukan-masukan kepada menteri terkait dan memberikan kontribusi bagi penyempurnaan konsep makan bergizi gratis,” tandas Sarmuji.