Fakta Unik: Satlinmas Sudah Ada Sejak Dulu, Gubernur Banten Minta Kesiapsiagaan Dini Ditingkatkan
Gubernur Banten Andra Soni mendesak peningkatan **kesiapsiagaan dini Satlinmas** untuk menjaga keamanan wilayah, menyoroti pentingnya koordinasi di tengah dinamika sosial yang meningkat.
Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya upaya **kesiapsiagaan dini Satlinmas** oleh pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban wilayah. Penekanan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Peran Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) di Wilayah Provinsi Banten.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, pada hari Jumat, 12 September. Acara penting ini dipandu langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Banten, Agus Supriyadi, dan dihadiri berbagai pihak terkait.
Andra Soni menyoroti bahwa peran Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) harus dioptimalkan secara signifikan. Hal ini dianggap krusial seiring dengan peningkatan dinamika sosial yang terjadi di berbagai daerah, yang menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari seluruh elemen masyarakat.
Optimalisasi Peran Satlinmas dan Sejarah Pengamanan Lingkungan
Gubernur Andra Soni menjelaskan bahwa koordinasi pemanfaatan Satuan Perlindungan Masyarakat merupakan hal utama yang dibahas dalam rapat tersebut. Satlinmas sendiri telah lama eksis di setiap kabupaten/kota, termasuk di tingkat provinsi, menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Praktik pengamanan lingkungan sebenarnya sudah lama terbentuk dan mengakar kuat di tengah masyarakat Indonesia. Sistem ini terwujud melalui berbagai inisiatif, seperti sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang aktif di banyak desa dan kelurahan, maupun tenaga keamanan mandiri di kompleks perumahan.
Andra Soni menegaskan, “Yang kita bahas adalah pertama berkoordinasi pemanfaatan Satuan Perlindungan Masyarakat yang memang telah ada di setiap kabupaten kota termasuk provinsi.” Ia menambahkan, “Baik itu Siskamling ataupun penyedian tenaga-tenaga pengamanan mandiri seperti yang dilaksanakan oleh perumahan-perumahan dan sebagainya.”
Peningkatan **kesiapsiagaan dini Satlinmas** diharapkan dapat memperkuat fondasi keamanan yang sudah ada, menjadikannya lebih terstruktur dan responsif terhadap tantangan zaman. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan stabilitas dan kenyamanan hidup masyarakat.
Tantangan Koordinasi dan Dukungan Kementerian Dalam Negeri
Menurut Gubernur Andra Soni, tantangan utama yang dihadapi bukan sekadar jumlah personel Satlinmas yang tersedia di lapangan. Justru, isu krusial yang perlu ditangani adalah bagaimana membangun koordinasi yang efektif antarpihak terkait agar peran Satlinmas dapat benar-benar hadir dan berfungsi optimal dalam menjaga ketertiban umum.
“Yang perlu kita lakukan adalah koordinasi. Kemudian mengoptimalkan Satlinmas dalam rangka menjaga ketertiban umum di masyarakat,” kata Andra Soni, menekankan pentingnya sinergi. Tanpa koordinasi yang baik, potensi besar Satlinmas tidak akan termanfaatkan secara maksimal.
Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, turut memberikan apresiasi terhadap upaya penguatan Satlinmas di Banten. Ia menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Banten sudah berjalan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri.
Tim Kemendagri bahkan telah melakukan monitoring langsung di sejumlah kabupaten dan kota di Banten sejak tanggal 10 September 2025, untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan baik. Akmal Malik menyatakan, “Apa yang diarahkan oleh Pak Mendagri sudah dilaksanakan dengan baik oleh Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Banten.”
Akmal Malik menambahkan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan masyarakat merupakan urusan wajib pemerintahan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. “Kalau tidak aman, orang tidak akan mau berusaha,” tegasnya, menyoroti dampak keamanan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial.
Sumber: AntaraNews